
Selasa pagi, 27 Oktober 2026, ruang pertemuan di SMP Negeri 4 Terbanggi Besar terasa berbeda dari biasanya. Di atas meja, laptop-laptop sudah terbuka sejak sebelum acara dimulai. Hari itu, sebanyak 20 guru matematika anggota MGMP Matematika SMP Kabupaten Lampung Tengah berkumpul untuk pertemuan rutin yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Tema yang diangkat kali ini cukup dekat dengan keseharian banyak guru belakangan ini: bagaimana caranya agar aplikasi pembelajaran yang sudah susah payah dibuat tidak hanya tersimpan di laptop pribadi, tetapi bisa dibuka dan dimanfaatkan oleh siswa maupun rekan guru lain. Jawabannya adalah dengan memublikasikannya ke GitHub.
Kenapa GitHub?
Banyak guru sebenarnya sudah mulai membuat media pembelajaran sendiri, mulai dari kuis interaktif, simulasi sederhana, hingga alat bantu hitung. Sayangnya, karya-karya itu sering kali berhenti di perangkat pembuatnya. Untuk membagikannya, file harus dikirim satu per satu, dan tidak semua orang bisa langsung membukanya.
Melalui GitHub, aplikasi tersebut bisa disimpan secara daring dan diberi alamat tautan sendiri. Cukup dengan membagikan satu tautan, siswa dapat membukanya dari ponsel atau komputer kapan saja. Rekan guru pun bisa ikut melihat, mencoba, bahkan mengembangkan aplikasi tersebut untuk kelasnya masing-masing.
Belajar sambil langsung praktik
Materi dibawakan oleh dua pemateri, yaitu Bapak Gunanto, S.Pd. dari SMP Negeri 1 Punggur dan Bapak Aan Triono, S.Pd. dari SMP Negeri 2 Bangunrejo. Keduanya menyampaikan materi dengan cara yang santai dan bertahap. Tidak banyak teori di awal; peserta langsung diajak mengikuti setiap langkah di laptop masing-masing. Secara garis besar, alurnya meliputi:
- Membuat akun GitHub dan mengenal tampilan dasarnya.
- Membuat repositori baru sebagai “rumah” bagi aplikasi.
- Mengunggah berkas-berkas aplikasi pembelajaran ke repositori.
- Mengaktifkan GitHub Pages agar aplikasi bisa dibuka melalui tautan.
- Membagikan tautan tersebut dan mencobanya bersama-sama.
Seperti biasa, tidak semua langkah berjalan mulus pada percobaan pertama. Ada yang lupa kata sandi akun, ada yang salah memilih folder, ada pula yang tautannya belum muncul karena perlu menunggu beberapa saat. Justru di situlah suasana belajar terasa hidup. Peserta saling bertanya, saling menengok layar teman di sebelahnya, dan kedua pemateri berkeliling membantu peserta yang masih tertinggal.
Momen yang paling ditunggu tentu saja ketika aplikasi buatan sendiri akhirnya bisa dibuka lewat tautan dari ponsel. Rasa puas itu terlihat jelas di wajah para peserta.
Harapan ke depan
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal agar karya-karya guru matematika di Lampung Tengah bisa lebih mudah dibagikan dan dimanfaatkan bersama. Satu aplikasi yang dibuat seorang guru bisa membantu banyak siswa di sekolah lain, dan itulah semangat berbagi yang ingin terus dijaga oleh MGMP.
Peserta juga diajak untuk terus berlatih di rumah dan tidak ragu bertanya kepada pemateri, pengurus, maupun sesama anggota apabila menemui kendala. Sampai jumpa di pertemuan rutin berikutnya!