Memahami review materi esensial melalui konsep, contoh, dan latihan mandiri.
Tujuan Pembelajaran
Gambar 1: Rangkuman pilar utama materi esensial matematika Kelas 9.
Setelah mempelajari submateri ini, siswa diharapkan mampu:
Merangkum kembali konsep dan rumus esensial matematika SMP kelas 7-9 (bilangan, aljabar, geometri, statistika, dan peluang).
Mengaitkan beberapa konsep dari topik berbeda dalam satu soal gabungan.
Menyelesaikan soal campuran dengan langkah yang runtut dan hasil hitung yang tepat.
Menyiapkan diri secara menyeluruh menghadapi asesmen akhir matematika.
Materi
Bab Review Penguatan Asesmen Akhir merangkum seluruh materi matematika SMP agar siswa siap menghadapi asesmen akhir. Rangkuman dikelompokkan menjadi empat kategori besar: Bilangan, Aljabar, Geometri, serta Statistika dan Peluang.
1. Bilangan
Topik
Rumus/Konsep Kunci
Bilangan Bulat
Urutan operasi: kurung, pangkat, kali/bagi, tambah/kurang. Mengurangkan sama dengan menjumlahkan lawan bilangan: a−b=a+(−b).
Ditulis sebagai a×10n dengan 1≤a<10 dan n bilangan bulat.
2. Aljabar
Topik
Rumus/Konsep Kunci
Bentuk Aljabar
Suku sejenis dijumlahkan/dikurangkan koefisiennya; sifat distributif a(b+c)=ab+ac.
PLSV / PtLSV
Diselesaikan dengan menjaga kesetimbangan kedua ruas. Pada pertidaksamaan, tanda ketaksamaan berbalik arah jika kedua ruas dikali/dibagi bilangan negatif.
SPLDV
Diselesaikan dengan metode substitusi atau eliminasi terhadap dua persamaan berbentuk ax+by=c.
Relasi dan Fungsi
Fungsi linear berbentuk f(x)=ax+b, dengan a dan b konstanta.
Persamaan Garis Lurus
Gradien dua titik m=x2−x1y2−y1; bentuk umum y=mx+c; sejajar jika m1=m2; tegak lurus jika m1×m2=−1.
3. Geometri
Topik
Rumus/Konsep Kunci
Segitiga dan Segiempat
Luas segitiga 21×a×t; luas persegipanjang p×l; luas jajar genjang a×t; luas trapesium 21(a+b)×t.
Kesebangunan dan Kekongruenan
Dua bangun sebangun jika sisi-sisi yang seletak sebanding dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar; kongruen jika ukurannya juga sama persis.
Teorema Pythagoras
a2+b2=c2, dengan c adalah sisi miring (hipotenusa) segitiga siku-siku.
Lingkaran
Keliling =2πr; luas =πr2; panjang busur =360∘θ×2πr; luas juring =360∘θ×πr2.
P(A)=n(S)n(A), dengan 0≤P(A)≤1; n(S) adalah banyak anggota ruang sampel.
Contoh
Contoh 1 (Aljabar + Geometri):
Sebuah taman berbentuk persegi panjang memiliki panjang (2x+1) m dan lebar (x+3) m. Jika keliling taman tersebut 44 m, tentukan luas taman!
Jadi p=2(6)+1=13 m dan l=6+3=9 m.
Luas=p×l=13×9=117 m2
Contoh 2 (Pythagoras + Bangun Ruang):
Sebuah kerucut memiliki jari-jari alas 9 cm dan tinggi 12 cm. Tentukan volume dan luas permukaan kerucut tersebut! (π=3,14)
Penyelesaian:
Panjang garis pelukis s dicari dengan teorema Pythagoras:
s=r2+t2=92+122=81+144=225=15 cm
Luas permukaan kerucut:
L=πr(r+s)=3,14×9×(9+15)=3,14×9×24=678,24 cm2
Contoh 3 (Statistika + Peluang):
Data nilai ulangan matematika 10 siswa: 70,80,90,60,70,80,70,90,80,70. Tentukan mean, median, dan modus data tersebut. Kemudian, jika satu siswa dipilih secara acak, tentukan peluang siswa tersebut memperoleh nilai lebih dari 75!
Penyelesaian:
Data terurut: 60,70,70,70,70,80,80,80,90,90.
Mean=xˉ=1060+70×4+80×3+90×2=10760=76
Median=270+80=75Modus=70 (muncul 4 kali)
Nilai lebih dari 75 ada pada 80 (3 siswa) dan 90 (2 siswa), sehingga n(A)=5 dari n(S)=10.
P(A)=n(S)n(A)=105=21
Latihan
Sederhanakan bentuk 50+8 menjadi bentuk akar paling sederhana!
Tentukan nilai dari 23×2−1+30!
Selesaikan SPLDV berikut: x+y=10 dan x−y=2!
Sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang sisi tegak 9 cm dan 12 cm. Tentukan panjang sisi miringnya!
Tentukan luas lingkaran dengan jari-jari 14 cm! (π=722)
Data berat badan (kg) 8 siswa: 4,6,6,8,10,10,10,12. Tentukan mean, median, dan modus data tersebut!
Sebuah dadu bermata enam dilempar satu kali. Tentukan peluang muncul mata dadu yang merupakan faktor dari 6!
Jawab:
50=52 dan 8=22, sehingga 50+8=52+22=72.
23×2−1+30=23+(−1)+1=22+1=4+1=5.
Jumlahkan kedua persamaan: 2x=12⟹x=6. Substitusi ke x+y=10: y=10−6=4. Jadi x=6,y=4.
c=92+122=81+144=225=15 cm.
L=πr2=722×142=722×196=22×28=616 cm2.
Jumlah data =4+6+6+8+10+10+10+12=66, sehingga mean =866=8,25. Data sudah terurut, median =28+10=9. Modus =10 (muncul 3 kali).
Ruang sampel S={1,2,3,4,5,6}, sehingga n(S)=6. Faktor dari 6 adalah A={1,2,3,6}, sehingga n(A)=4. P(A)=64=32.