Memahami penerapan bentuk baku melalui konsep, contoh, dan latihan mandiri.
Tujuan Pembelajaran
Gambar 1: Penggunaan bentuk baku dalam mengukur fenomena fisika dan ukuran mikroskopis.
Setelah mempelajari submateri ini, siswa diharapkan mampu:
Menyebutkan contoh penerapan bentuk baku dalam kehidupan nyata, seperti jarak astronomi, ukuran mikroskopis, populasi, dan kecepatan cahaya.
Melakukan operasi perkalian dua bilangan yang dinyatakan dalam bentuk baku.
Melakukan operasi pembagian dua bilangan yang dinyatakan dalam bentuk baku.
Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan bentuk baku.
Materi
Penerapan Bentuk Baku dalam Kehidupan Nyata
Bentuk baku sangat berguna untuk menuliskan besaran-besaran yang nilainya sangat besar atau sangat kecil secara ringkas, misalnya:
Jarak astronomi: jarak rata-rata Bumi ke Matahari ≈1,496×108 km.
Kecepatan cahaya: sekitar 3×108 m/s.
Ukuran mikroskopis: diameter sebuah virus dapat berorde 10−7 m, sedangkan diameter sel darah merah berorde 10−6 m.
Populasi penduduk: jumlah penduduk suatu negara dapat mencapai orde 108 jiwa.
Perkalian Bentuk Baku
Untuk mengalikan dua bilangan dalam bentuk baku, kalikan koefisiennya dan jumlahkan pangkatnya:
(a×10m)×(b×10n)=(a×b)×10m+n
Contoh: (2×103)×(3×104)=6×107.
Jika hasil kali koefisien a×b bernilai 10 atau lebih, hasilnya harus dinormalisasi kembali ke bentuk baku. Contoh: (5×103)×(4×102)=20×105=2×106.
Pembagian Bentuk Baku
Untuk membagi dua bilangan dalam bentuk baku, bagi koefisiennya dan kurangkan pangkatnya:
(a×10m)÷(b×10n)=(a÷b)×10m−n
Contoh: (8×106)÷(2×103)=4×103.
Contoh
Contoh 1 (jarak astronomi):
Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 1,496×108 km. Nyatakan jarak ini dalam meter menggunakan bentuk baku (1 km=103 m).
Penyelesaian:1,496×108×103=1,496×1011 m
Contoh 2 (kecepatan cahaya):
Kecepatan cahaya sekitar 3×108 m/s. Berapa jarak yang ditempuh cahaya dalam 500 detik?
Penyelesaian:3×108×500=(3×108)×(5×102)=15×1010=1,5×1011 m
Contoh 3 (perbandingan ukuran mikroskopis):
Diameter sebuah virus adalah 1,2×10−7 m, sedangkan diameter sebuah sel adalah 6×10−5 m. Berapa kali diameter sel dibandingkan diameter virus?
Penyelesaian:1,2×10−76×10−5=(6÷1,2)×10−5−(−7)=5×102=500 kali
Contoh 4 (perkalian dengan normalisasi):
Hitung (4×105)×(5×103).
Penyelesaian:(4×5)×105+3=20×108=2×109
Latihan
Hasil dari (2×104)×(3×105) adalah…
a. 6×109
b. 6×1020
c. 5×109
d. 6×10−9
Hasil dari (9×107)÷(3×104) adalah…
a. 3×103
b. 3×1011
c. 3×10−3
d. 27×103
Kecepatan cahaya adalah 3×108 m/s. Berapa jarak yang ditempuh cahaya dalam 60 detik (satu menit)? Nyatakan dalam bentuk baku.
Populasi suatu negara sekitar 2,5×108 jiwa, sedangkan populasi negara lain 5×106 jiwa. Berapa kali lipat populasi negara pertama dibanding negara kedua?
Diameter sebuah bakteri sekitar 2×10−6 m. Jika terdapat 1×104 bakteri berjajar lurus saling bersentuhan, berapa panjang total barisan bakteri tersebut? Nyatakan dalam bentuk baku.
Sebuah komputer dapat melakukan 4×109 operasi per detik. Berapa banyak operasi yang dapat dilakukan dalam 2×102 detik?
Jawab:
a) 6×109
a) 3×103
3×108×60=3×108×6×101=18×109=1,8×1010 m
(2,5×108)÷(5×106)=0,5×102=50 kali lipat.
(2×10−6)×(1×104)=2×10−2 m=0,02 m
(4×109)×(2×102)=8×1011 operasi.
Kuis Formatif
Hitung (5×103)×(2×106).
Hitung (6×108)÷(3×102).
Kecepatan cahaya adalah 3×108 m/s. Berapa jarak yang ditempuh cahaya dalam 10 detik?
Sebutkan dua contoh besaran nyata yang biasa dituliskan dalam bentuk baku: satu untuk bilangan sangat besar dan satu untuk bilangan sangat kecil.
Jelaskan aturan pangkat ketika mengalikan dua bilangan bentuk baku (a×10m)×(b×10n).
Jawaban kunci:
10×109=1×1010
2×106
3×109 m
Contoh: jarak Bumi ke Matahari (bilangan besar) dan diameter virus (bilangan kecil). Jawaban siswa dapat bervariasi selama sesuai konsep.
Pangkatnya dijumlahkan, yaitu (a×10m)×(b×10n)=(a×b)×10m+n.