Lewati ke konten
Kelas IX · Bab 3 Perubahan Proporsional

A. Panjang Sudut

Memahami panjang sudut melalui konsep, contoh, dan latihan mandiri.

Tujuan Pembelajaran

Perubahan Panjang dan Sudut
Gambar 1: Efek penggandaan skala k pada panjang sisi linier dan ketetapan besar sudut.

Setelah mempelajari submateri ini, siswa diharapkan mampu:

  • Menjelaskan pengaruh faktor skala kk terhadap panjang sisi, diagonal, dan keliling suatu bangun.
  • Menjelaskan mengapa besar sudut pada bangun bayangan tidak berubah akibat dilatasi atau kesebangunan.
  • Menentukan panjang bayangan suatu bangun jika faktor skala kk diketahui, atau sebaliknya.
  • Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perbandingan panjang dan sudut pada bangun-bangun sebangun.

Materi

1. Faktor Skala pada Perubahan Proporsional

Ketika suatu bangun diperbesar atau diperkecil (melalui dilatasi maupun sekadar digambar ulang secara sebangun), bangun bayangan yang terbentuk sebangun dengan bangun aslinya. Ukuran perbandingan antara bangun bayangan dan bangun asli disebut faktor skala, dilambangkan dengan kk.

k=panjang pada bayanganpanjang bersesuaian pada bangun aslik = \frac{\text{panjang pada bayangan}}{\text{panjang bersesuaian pada bangun asli}}

  • Jika k>1k > 1, bangun diperbesar.
  • Jika 0<k<10 < k < 1, bangun diperkecil.
  • Jika k=1k = 1, bangun bayangan kongruen (sama persis) dengan bangun asli.

2. Pengaruh Faktor Skala terhadap Panjang

Setiap panjang pada bangun, baik itu panjang sisi, diagonal, jari-jari, maupun keliling, berubah menjadi kk kali panjang semula.

panjang bayangan=k×panjang asli\text{panjang bayangan} = k \times \text{panjang asli}

Karena keliling adalah jumlah dari seluruh panjang sisi suatu bangun, dan setiap sisi dikalikan kk, maka keliling bayangan juga menjadi kk kali keliling asli:

keliling bayangan=k×keliling asli\text{keliling bayangan} = k \times \text{keliling asli}

3. Pengaruh Faktor Skala terhadap Sudut

Berbeda dengan panjang, besar sudut pada bangun bayangan tidak berubah. Dilatasi maupun pembesaran/pengecilan yang sebangun hanya mengubah ukuran suatu bangun, bukan bentuknya. Karena bentuk tetap sama, seluruh sudut yang bersesuaian antara bangun asli dan bayangan tetap sama besar.

Sifat inilah yang membuat bangun hasil dilatasi disebut sebangun (bentuknya sama, ukurannya berbeda) dengan bangun aslinya, bukan sekadar bangun yang mirip sembarangan. Misalnya, jika sebuah segitiga siku-siku dengan sudut 90°,60°,30°90°, 60°, 30° diperbesar dengan faktor skala k=2k = 2, maka semua sisinya menjadi dua kali panjang semula, tetapi ketiga sudutnya tetap 90°,60°,30°90°, 60°, 30°.

Sifat ini berlaku meskipun kk bernilai negatif (dilatasi yang membalik arah/orientasi bangun). Nilai kk yang berbeda hanya memengaruhi ukuran dan arah bangun, sama sekali tidak memengaruhi besar sudutnya.

Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1: Segitiga ABCABC siku-siku di BB dengan AB=6 cmAB = 6\text{ cm}, BC=8 cmBC = 8\text{ cm}, dan AC=10 cmAC = 10\text{ cm} diperbesar dengan faktor skala k=1,5k = 1{,}5 menghasilkan segitiga A′B′C′A'B'C'. Tentukan panjang sisi-sisi bayangan dan besar sudut B′B'!

Penyelesaian: A′B′=1,5×6=9 cmA'B' = 1{,}5 \times 6 = 9\text{ cm} B′C′=1,5×8=12 cmB'C' = 1{,}5 \times 8 = 12\text{ cm} A′C′=1,5×10=15 cmA'C' = 1{,}5 \times 10 = 15\text{ cm}

Karena dilatasi tidak mengubah besar sudut, maka ∠B′=∠B=90°\angle B' = \angle B = \mathbf{90°}.

Contoh 2 (Menentukan Faktor Skala dari Perbandingan Panjang): Sebuah foto berukuran 10 cm×15 cm10\text{ cm} \times 15\text{ cm} dicetak ulang menjadi ukuran yang lebih besar dengan panjang sisi pendek 25 cm25\text{ cm}, tetap sebangun dengan foto asli. Tentukan faktor skala kk dan panjang sisi lainnya pada foto hasil cetak ulang!

Penyelesaian: k=2510=2,5k = \frac{25}{10} = 2{,}5

Panjang sisi yang bersesuaian dengan 15 cm15\text{ cm}: 15×2,5=37,5 cm15 \times 2{,}5 = 37{,}5\text{ cm}

Jadi, faktor skalanya k=2,5\mathbf{k = 2{,}5} dan ukuran foto hasil cetak ulang adalah 25 cm×37,5 cm\mathbf{25\text{ cm} \times 37{,}5\text{ cm}}.

Contoh 3 (Sudut dan Keliling): Trapesium KLMNKLMN memiliki besar sudut K=70°K = 70°, L=110°L = 110°, M=110°M = 110°, N=70°N = 70°, dan keliling 50 cm50\text{ cm}. Trapesium tersebut diperkecil dengan faktor skala k=0,4k = 0{,}4 menjadi trapesium K′L′M′N′K'L'M'N'. Tentukan besar sudut-sudut dan keliling trapesium bayangan!

Penyelesaian: Besar sudut tidak berubah, sehingga: ∠K′=70°,∠L′=110°,∠M′=110°,∠N′=70°\angle K' = 70°, \quad \angle L' = 110°, \quad \angle M' = 110°, \quad \angle N' = 70°

Keliling bayangan: keliling′=k×keliling asli=0,4×50=20 cm\text{keliling}' = k \times \text{keliling asli} = 0{,}4 \times 50 = \mathbf{20\text{ cm}}

Latihan Mandiri

  1. Persegi panjang berukuran 8 cm×5 cm8\text{ cm} \times 5\text{ cm} diperbesar dengan faktor skala 33. Tentukan ukuran bayangan dan besar sudut-sudutnya!
  2. Segitiga PQRPQR sebangun dengan segitiga P′Q′R′P'Q'R' dengan faktor skala k=0,25k = 0{,}25. Jika PQ=20 cmPQ = 20\text{ cm}, QR=16 cmQR = 16\text{ cm}, dan PR=12 cmPR = 12\text{ cm}, tentukan keliling segitiga P′Q′R′P'Q'R'!
  3. Segi empat KLMNKLMN memiliki sudut K=80°K = 80°, L=100°L = 100°, M=80°M = 80°, N=100°N = 100°. Bangun ini didilatasi dengan faktor skala k=−2k = -2. Tentukan besar sudut-sudut pada bayangan K′L′M′N′K'L'M'N'!
  4. Sebuah taman berbentuk segitiga dengan panjang sisi 12 m12\text{ m}, 16 m16\text{ m}, dan 20 m20\text{ m} akan dibuat miniatur dengan faktor skala 1400\frac{1}{400}. Tentukan panjang sisi-sisi miniatur tersebut dalam cm!
  5. Dua bangun sebangun memiliki sepasang sisi bersesuaian sepanjang 9 cm9\text{ cm} dan 15 cm15\text{ cm}. Jika keliling bangun pertama adalah 42 cm42\text{ cm}, tentukan keliling bangun kedua!
  6. Benar atau salah, beserta alasannya: “Jika sebuah persegi diperbesar dengan faktor skala 44, maka semua sudutnya menjadi 44 kali lebih besar.”

Jawaban:

  1. k=3k = 3, sehingga ukuran bayangan 24 cm×15 cm24\text{ cm} \times 15\text{ cm}. Karena dilatasi tidak mengubah sudut, besar setiap sudut tetap 90°\mathbf{90°}.
  2. Keliling asli =20+16+12=48 cm= 20 + 16 + 12 = 48\text{ cm}. Keliling bayangan =0,25×48=12 cm= 0{,}25 \times 48 = \mathbf{12\text{ cm}}.
  3. Besar sudut tidak dipengaruhi oleh tanda maupun nilai kk, sehingga sudut bayangan tetap K′=80°,L′=100°,M′=80°,N′=100°\mathbf{K' = 80°, L' = 100°, M' = 80°, N' = 100°}.
  4. Ubah dahulu ke cm: 12 m=1.200 cm12\text{ m} = 1.200\text{ cm}, 16 m=1.600 cm16\text{ m} = 1.600\text{ cm}, 20 m=2.000 cm20\text{ m} = 2.000\text{ cm}. Dikalikan 1400\frac{1}{400}: 1.200×1400=3 cm1.200 \times \frac{1}{400} = \mathbf{3\text{ cm}}, 1.600×1400=4 cm1.600 \times \frac{1}{400} = \mathbf{4\text{ cm}}, 2.000×1400=5 cm2.000 \times \frac{1}{400} = \mathbf{5\text{ cm}}.
  5. k=159=53k = \frac{15}{9} = \frac{5}{3}. Keliling kedua =42×53=70 cm= 42 \times \frac{5}{3} = \mathbf{70\text{ cm}}.
  6. Salah. Dilatasi (perubahan faktor skala) hanya mengubah ukuran panjang suatu bangun, bukan bentuknya. Besar sudut pada bangun bayangan selalu sama dengan besar sudut pada bangun asli, sehingga sudut persegi tetap 90°90°, bukan menjadi 4×90°4 \times 90°.

Kuis Formatif

  1. Sebuah segitiga dengan sudut 50°,60°,70°50°, 60°, 70° diperbesar dengan faktor skala 33. Berapakah besar sudut-sudut pada bayangannya?
  2. Jika panjang asli suatu sisi adalah 8 cm8\text{ cm} dan panjang bayangannya 20 cm20\text{ cm}, tentukan faktor skala kk!
  3. Sebuah persegi dengan keliling 32 cm32\text{ cm} diperkecil dengan faktor skala 0,250{,}25. Tentukan keliling bayangannya!
  4. Manakah pernyataan yang benar mengenai dilatasi atau kesebangunan? A. Sudut berubah sebanding dengan kk B. Panjang berubah sebanding dengan kk, sedangkan sudut tetap C. Panjang tetap, sudut berubah sebanding dengan kk D. Panjang dan sudut sama-sama berubah sebanding dengan kk
  5. Segitiga ABCABC sebangun dengan segitiga DEFDEF dengan faktor skala k=13k = \frac{1}{3} (dari ABCABC ke DEFDEF). Jika AB=18 cmAB = 18\text{ cm}, tentukan panjang DEDE!

Jawaban kunci:

  1. Tetap 50°,60°,70°50°, 60°, 70° karena besar sudut tidak berubah akibat perubahan faktor skala.
  2. k=208=2,5k = \frac{20}{8} = 2{,}5.
  3. Keliling bayangan =0,25×32=8 cm= 0{,}25 \times 32 = 8\text{ cm}.
  4. B.
  5. DE=13×18=6 cmDE = \frac{1}{3} \times 18 = 6\text{ cm}.

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.