Media Presentasi Bilangan Bulat
Tayangkan langsung dari sini: pakai tombol panah atau tombol ← → di papan ketik, dan layar penuh untuk presentasi.






























Catatan guru
Sapa murid, ajak berdoa. Tanyakan: di mana kalian pernah melihat tanda minus di depan angka? Tampung jawaban (suhu, lantai basement, saldo, kedalaman).
Bacakan tujuan bersama murid. Minta murid menuliskan satu harapan belajarnya di sudut buku (prinsip berkesadaran).
Tidak ada catatan untuk slide ini.
Pertanyaan pemantik. Biarkan murid menebak dulu. Tegaskan bahwa nol bukan positif dan bukan negatif.
Murid menebak dulu, lalu buat garis bilangan selotip di lantai. Murid berdiri di titik suhu tiap kota. Urutan terdingin: Moskow (−7), Ulaanbaatar (−5), Seoul (−3), Beijing (−1), Tokyo (2), London (4).
Minta dua murid berdiri di −5 dan 5 pada garis lantai lalu menghitung langkah ke 0. Nilai mutlak = jarak, jadi tidak pernah negatif.
Refleksi pertemuan 1. Miskonsepsi umum: membandingkan bilangan negatif seperti bilangan positif. Bandingkan dengan suhu: −7 °C lebih dingin daripada −3 °C. Tiket keluar: urutkan −2, 5, −9, 0 dari terkecil (−9, −2, 0, 5).
Tidak ada catatan untuk slide ini.
Bagikan keping (kancing/tutup botol). Jawaban: −6, 2, −2, 0. Tekankan: satu biru + satu merah = 0, jadi boleh disingkirkan.
Menambah bilangan positif = melangkah ke kanan; menambah bilangan negatif = melangkah ke kiri. Minta murid memeragakannya di garis bilangan lantai.
Mintalah murid memeriksa hasil tabel dengan keping: mengurangkan −5 sama dengan menambahkan 5.
Jawaban: siang 5 °C, malam −2 °C, selisih 5 − (−2) = 7 °C. Lanjutkan ke LKPD 2. Tiket keluar: (−8) + 3 = −5 dan 4 − (−6) = 10.
Tidak ada catatan untuk slide ini.
Tampilkan baris demi baris. Tanyakan: hasilnya berkurang/bertambah berapa? Jadi berapa 3 × (−1)? Murid menemukan sendiri bahwa (−3) × (−1) = 3.
Ringkas: tanda sama → positif, tanda berbeda → negatif. Minta murid menjelaskan aturan negatif × negatif dengan pola, bukan hafalan.
Tiket keluar pertemuan 3 memakai contoh ini. Kesalahan umum: mengerjakan dari kiri tanpa mendahulukan perkalian.
Bagian dari LKPD 3. Jawaban salah mengurangi skor, jadi menebak asal bisa merugikan. Minta kelompok membuat data peserta sendiri.
Tidak ada catatan untuk slide ini.
Murid membuat pohon faktor 36 dan 60 sendiri di LKPD 4. Pohon faktor boleh dimulai dari pasangan faktor mana saja; hasil akhirnya tetap sama.
Cek bersama: FPB × KPK = 12 × 72 = 864 = 24 × 36. Hubungan ini berlaku untuk dua bilangan.
Tutup kotak pembahasan (atau tampilkan setelah kelompok selesai LKPD 4). Tantangan LKPD 4: lampu 6 dan 8 detik berkedip bersamaan 5 kali dalam 2 menit.
Tidak ada catatan untuk slide ini.
Tayangkan cerita/video pendek tentang uang saku. Murid mengidentifikasi mana pemasukan dan mana pengeluaran, lalu menggambar perubahan saldo di garis bilangan.
Kunci: Kamis 8.000; Jumat 13.000; Sabtu 18.000; Minggu 15.000. Tabungan 6 × 5.000 = 30.000 per minggu, sepatu 150.000 : 30.000 = 5 minggu. Bila memungkinkan, undang pengurus koperasi sekolah menunjukkan buku kas asli.
Estimasi bukan pengganti hitungan tepat, tetapi alat untuk mengecek apakah hasil masuk akal (CP Fase D: memberikan estimasi dalam menyelesaikan masalah).
Murid menyeret/menuliskan barang ke kotak yang sesuai. Kebutuhan: buku tulis, ongkos angkot, pulpen. Keinginan: es krim setiap hari, stiker idola. Hubungkan dengan saran untuk Faizal.
Tidak ada catatan untuk slide ini.
Rubrik projek ada di Lampiran 5 modul ajar. Lembar penilaian sejawat ada di bagian bawah LKPD 6.
Murid mengisi lembar refleksi dan penilaian diri (Lampiran 6 modul ajar). Gunakan hasilnya untuk menentukan remedial dan pengayaan.
Penutup bab. Ingatkan murid untuk mencoba kuis interaktif bab Bilangan Bulat di situs MGMP: mgmpmatsmp-lamteng.web.id/materi/kelas-7/bilangan-bulat/