Lewati ke konten
Kelas VII · Fase D · Bab 1

Modul Ajar Bilangan Bulat

Pendekatan pembelajaran mendalam untuk Kelas VII: identifikasi, desain pembelajaran, pengalaman belajar per pertemuan, asesmen, dan lampiran.

Penyusun

Tim MGMP Matematika SMP Kabupaten Lampung Tengah

Satuan Pendidikan

SMP ................................................

Mata Pelajaran

Matematika

Fase / Kelas / Semester

D / VII / Ganjil

Elemen

Bilangan

Materi Pokok

Bilangan Bulat

Alokasi Waktu

18 JP (6 pertemuan × 3 JP × 40 menit)

Tahun Pelajaran

2026/2027

Acuan penyusunan

  • Keputusan Kepala BSKAP Kemendikdasmen Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
  • Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi Tahun 2025 (kerangka perencanaan: Identifikasi, Desain Pembelajaran, Pengalaman Belajar, Asesmen Pembelajaran).
  • Panduan Mata Pelajaran Matematika Fase A–F dan Fase F Tingkat Lanjut (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, 2025), pemetaan materi esensial Bilangan Bulat Fase D.
  • ATP Matematika Fase D MGMP Matematika SMP Kabupaten Lampung Tengah (kode TP B.1 dan B.2).

A. Identifikasi

1. Kesiapan Murid

Murid kelas VII baru saja menyelesaikan Fase C. Mereka sudah terampil mengoperasikan bilangan cacah, mengenal faktor dan kelipatan, dan sering menjumpai bilangan negatif secara informal (suhu, utang, lantai basement), tetapi belum memakainya secara formal. Kesalahan yang sering muncul antara lain: menganggap −7 lebih besar dari −3, menjawab (−3) − 4 = 1, dan tertukar antara KPK dan FPB.

Kesiapan murid dipetakan dengan asesmen awal pada pertemuan 1 (Lampiran 2). Tindak lanjutnya:

Skor asesmen awal

Kategori

Tindak lanjut

0–3

Perlu bimbingan

Didampingi guru dengan benda konkret (termometer, keping dua warna); ditempatkan bersama murid kategori siap sebagai tutor sebaya.

4–5

Cukup siap

Mengikuti kegiatan inti dengan pertanyaan penuntun di LKPD.

6–7

Siap

Mengikuti kegiatan inti, diberi soal tantangan, dan dapat berperan sebagai tutor sebaya.

Kebutuhan belajar beragam dilayani lewat pengelompokan heterogen, pilihan representasi (keping, garis bilangan, atau simbol), dan soal tantangan bertingkat di setiap LKPD.

2. Karakteristik Materi Pelajaran

Materi bilangan bulat adalah fondasi elemen Bilangan dan Aljabar di Fase D. Mengacu pada Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025, materi ini mencakup konsep bilangan bulat, operasi dan sifat-sifatnya, faktor, faktor prima, kelipatan, serta penerapannya dalam literasi finansial.

Jenis pengetahuan

Isi pada materi Bilangan Bulat

Esensial

Bilangan bulat positif, nol, negatif; garis bilangan; lawan bilangan dan nilai mutlak; membandingkan dan mengurutkan; empat operasi hitung dan aturan tandanya; urutan operasi; sifat komutatif, asosiatif, distributif; faktorisasi prima, KPK, dan FPB.

Aplikatif

Membaca perubahan suhu, posisi lift dan kedalaman, menghitung skor dengan nilai negatif, menyusun jadwal bersama (KPK) dan paket sama banyak (FPB), serta mencatat pemasukan, pengeluaran, dan saldo dalam buku kas.

Nilai dan karakter

Teliti dalam menghitung tanda, jujur dalam mencatat keuangan, hemat dan bijak membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghargai pendapat teman saat berdiskusi.

3. Dimensi Profil Lulusan

Dimensi

Wujud dalam pembelajaran ini

Penalaran Kritis

Menjelaskan alasan aturan tanda dari pola, menilai kebenaran pernyataan matematis, dan memilih strategi KPK atau FPB yang tepat.

Kolaborasi

Bekerja dalam kelompok heterogen saat mengerjakan LKPD dan menjadi tutor sebaya.

Komunikasi

Memaparkan hasil kelompok, menanggapi pendapat teman dengan santun, dan memajang jurnal keuangan pada galeri jalan.

Kemandirian

Mencatat keuangan pribadi selama 3 hari, menilai diri sendiri, dan menentukan langkah belajar berikutnya.

Dimensi Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME ditumbuhkan lewat pembiasaan berdoa dan sikap jujur dalam mencatat keuangan.

B. Desain Pembelajaran

1. Capaian Pembelajaran

Fase D, Elemen Bilangan (Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025)

Membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah; menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah (termasuk berkaitan dengan literasi finansial). Murid dapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah.

Elemen proses yang dikembangkan: penalaran dan pembuktian matematis, pemecahan masalah, komunikasi, representasi, dan koneksi matematis.

2. Lintas Disiplin Ilmu

  • IPA: membaca termometer dan perubahan suhu (wujud zat, freezer, ruang pendingin ikan).
  • IPS (Ekonomi): pemasukan, pengeluaran, saldo, tabungan di koperasi sekolah, kebutuhan dan keinginan.
  • Informatika (opsional): menyusun buku kas di lembar kerja (spreadsheet) dengan rumus penjumlahan.

3. Tujuan Pembelajaran

Diturunkan dari ATP MGMP: B.1 menjelaskan, menyatakan, membandingkan, mengurutkan, dan menentukan hasil operasi hitung bilangan bulat; B.2 menyelesaikan permasalahan keseharian yang melibatkan bilangan bulat termasuk penguatan literasi finansial.

Kode

Tujuan Pembelajaran

Pertemuan

TP 1

Murid dapat menjelaskan bilangan bulat positif, nol, dan negatif, menyatakannya pada garis bilangan, menentukan lawan dan nilai mutlaknya, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat dalam konteks suhu dengan tepat.

1

TP 2

Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan keping dan garis bilangan, lalu merumuskan aturannya untuk menyelesaikan masalah perubahan posisi dan suhu.

2

TP 3

Murid dapat menjelaskan aturan tanda perkalian dan pembagian bilangan bulat berdasarkan pola serta menghitung operasi campuran sesuai urutan operasi dan sifat-sifatnya.

3

TP 4

Murid dapat menentukan faktorisasi prima, KPK, dan FPB dari dua atau tiga bilangan serta menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait.

4

TP 5

Murid dapat menyelesaikan masalah keuangan sehari-hari (pemasukan, pengeluaran, saldo, dan tabungan) dengan operasi bilangan bulat dan mengecek hasilnya dengan estimasi.

5–6

4. Topik Pembelajaran

"Naik-Turun Bilangan: dari Termometer sampai Buku Kas". Murid memakai bilangan bulat untuk membaca perubahan di sekitarnya (suhu, posisi, skor) dan mengelola uang sakunya sendiri.

5. Praktik Pedagogis

  • Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) dengan masalah kontekstual pada setiap pertemuan, dipadukan inkuiri terbimbing untuk menemukan aturan (pola aturan tanda, pasangan nol).
  • Metode: diskusi kelompok, manipulatif konkret (keping dua warna, garis bilangan lantai), galeri jalan, tutor sebaya, dan projek mini Jurnal Keuanganku.
  • Alur setiap pertemuan mengikuti pengalaman belajar memahami → mengaplikasi → merefleksi.

6. Kemitraan Pembelajaran

  • Orang tua/wali: mendampingi dan menandatangani jurnal keuangan 3 hari di rumah.
  • Koperasi sekolah: menunjukkan contoh buku kas asli dan data tabungan murid (tanpa nama) sebagai bahan diskusi.
  • Guru IPA dan IPS: menyelaraskan konteks suhu dan kebutuhan-keinginan.

7. Lingkungan Pembelajaran

  • Ruang fisik: meja diatur berkelompok 4–5 murid; garis bilangan dari selotip di lantai; dinding kelas untuk galeri jalan.
  • Budaya belajar: aman untuk salah, setiap jawaban dihargai, murid didorong bertanya "mengapa", dan kesepakatan kelas untuk saling mendengarkan.
  • Ruang virtual (opsional): forum kelas di grup WhatsApp atau Google Classroom untuk berbagi foto jurnal keuangan.

8. Pemanfaatan Digital

  • Media presentasi Bilangan Bulat (PPT) yang menyertai modul ini.
  • Materi siswa dan kuis interaktif bab Bilangan Bulat di situs MGMP: https://mgmpmatsmp-lamteng.web.id/materi/kelas-7/bilangan-bulat/
  • Garis bilangan interaktif (misalnya GeoGebra) dan lembar kerja spreadsheet untuk buku kas (opsional, bila perangkat tersedia).

9. Sarana dan Sumber Belajar

  • LKPD 1–6 Bilangan Bulat, keping dua warna (kancing/tutup botol biru dan merah), selotip, spidol, kertas plano, stiker apresiasi.
  • Buku Siswa Matematika SMP Kelas VII (Kemendikbudristek), Bab Bilangan Bulat.
  • Proyektor/layar atau papan tulis bila proyektor tidak tersedia.

C. Pengalaman Belajar

Setiap pertemuan memuat kegiatan awal, kegiatan inti (memahami, mengaplikasi, merefleksi), dan kegiatan penutup. Kolom Prinsip menunjukkan prinsip pembelajaran mendalam yang paling menonjol: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Pertemuan 1 — Mengenal Bilangan Bulat dan Garis Bilangan

Alokasi waktu: 3 JP (120 menit) · Tujuan: TP 1

Tahap

Kegiatan Guru dan Murid

Prinsip

Waktu

Kegiatan Awal

  • Guru menyapa, mengajak berdoa, dan mengecek kesiapan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan dan manfaat belajar hari ini, lalu murid menuliskan satu harapan belajarnya di sudut buku.
  • Asesmen awal (10 menit): murid mengerjakan 7 soal diagnostik (Lampiran 2). Hasilnya dipakai menyusun kelompok heterogen.
  • Pertanyaan pemantik: "Freezer di rumahmu bersuhu 18 derajat di bawah nol. Bagaimana menuliskannya dengan angka?"

Berkesadaran

15 menit

Memahami

  • Murid mengamati tayangan termometer dan tabel suhu pagi beberapa kota (slide 4–5), lalu menebak kota yang paling dingin.
  • Secara berpasangan murid menggambar garis bilangan dari −8 sampai 8 di lantai kelas memakai selotip, lalu bergantian berdiri di titik suhu tiap kota.
  • Guru memandu murid menemukan sendiri arti bilangan positif, nol, dan negatif; lawan bilangan; serta nilai mutlak sebagai jarak dari nol.

Bermakna, Menggembirakan

35 menit

Mengaplikasi

  • Kelompok mengerjakan LKPD 1: Termometer dan Garis Bilangan: meletakkan data suhu pada garis bilangan, mengurutkan dari terdingin, membandingkan dengan tanda < dan >, serta melengkapi tabel lawan dan nilai mutlak.
  • Guru berkeliling memberi umpan balik dan pertanyaan penuntun bagi kelompok yang kesulitan.

Bermakna

40 menit

Merefleksi

  • Murid menanggapi pernyataan keliru di LKPD: "−7 lebih besar dari −3 karena 7 lebih besar dari 3." Tiap kelompok menyusun alasan memakai garis bilangan.
  • Dua kelompok memaparkan alasannya; kelompok lain menanggapi dengan santun.

Berkesadaran

15 menit

Kegiatan Penutup

  • Murid menyimpulkan: pada garis bilangan, makin ke kanan makin besar.
  • Tiket keluar: urutkan −2, 5, −9, 0 dari yang terkecil.
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Menggembirakan

15 menit

Pertemuan 2 — Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat

Alokasi waktu: 3 JP (120 menit) · Tujuan: TP 2

Tahap

Kegiatan Guru dan Murid

Prinsip

Waktu

Kegiatan Awal

  • Doa, presensi, dan ulasan tiket keluar pertemuan sebelumnya.
  • Pemantik: "Rudi naik lift dari lantai 3, lalu turun 5 lantai. Ia berhenti di lantai berapa?" (gedung memiliki lantai basement B1, B2).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Bermakna

15 menit

Memahami

  • Murid bekerja dengan keping dua warna (kancing/tutup botol): warna biru = +1, merah = −1. Sepasang biru-merah bernilai nol (pasangan nol).
  • Murid memodelkan 3 + (−5), (−4) + (−2), dan 5 + (−3) dengan keping, lalu mengeceknya dengan melangkah di garis bilangan.
  • Murid menemukan bahwa mengurangkan sama dengan menjumlahkan lawannya: a − b = a + (−b).

Berkesadaran, Menggembirakan

35 menit

Mengaplikasi

  • Kelompok mengerjakan LKPD 2: Keping, Lift, dan Suhu: melengkapi tabel hasil operasi, menyelesaikan soal lift dan perubahan suhu, lalu merumuskan aturan penjumlahan dengan kalimat sendiri.
  • Murid membuat satu soal cerita sendiri dan menukarnya dengan kelompok lain.

Bermakna

40 menit

Merefleksi

  • Murid membandingkan dua cara (keping dan garis bilangan): mana yang lebih membantu, dan mengapa.
  • Guru mengklarifikasi miskonsepsi umum, misalnya (−3) − 4 = 1 atau (−2) − (−5) = −7.

Berkesadaran

15 menit

Kegiatan Penutup

  • Kesimpulan bersama tentang aturan penjumlahan dan pengurangan; sifat komutatif dan asosiatif.
  • Tiket keluar: hitung (−8) + 3 dan 4 − (−6).
  • Doa penutup.

Menggembirakan

15 menit

Pertemuan 3 — Perkalian, Pembagian, dan Operasi Campuran

Alokasi waktu: 3 JP (120 menit) · Tujuan: TP 3

Tahap

Kegiatan Guru dan Murid

Prinsip

Waktu

Kegiatan Awal

  • Doa dan presensi. Kuis lisan cepat 5 soal penjumlahan bilangan bulat (permainan "tepuk-jawab").
  • Pemantik: "Suhu turun 3 °C setiap jam. Berapa perubahan suhu setelah 4 jam?"
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Menggembirakan

15 menit

Memahami

  • Murid mengamati pola 3 × 2, 3 × 1, 3 × 0, 3 × (−1), … dan (−3) × 2, (−3) × 1, …, lalu melanjutkan pola hasilnya.
  • Dari pola, murid merumuskan aturan tanda perkalian. Pembagian dipahami sebagai kebalikan perkalian: (−12) : 3 = −4 karena 3 × (−4) = −12.
  • Guru menegaskan urutan operasi: kurung, lalu kali/bagi dari kiri, lalu tambah/kurang dari kiri.

Berkesadaran, Bermakna

35 menit

Mengaplikasi

  • Kelompok mengerjakan LKPD 3: Pola Aturan Tanda dan Skor Kuis: melengkapi tabel pola, menghitung operasi campuran, dan menentukan pemenang lomba cerdas cermat dengan aturan skor benar +4, salah −1, kosong 0.
  • Murid membuktikan sifat distributif dengan menghitung 6 × (−9 + 4) dengan dua cara.

Bermakna

40 menit

Merefleksi

  • Diskusi: "Mengapa negatif dikali negatif hasilnya positif? Jelaskan dengan pola, bukan hafalan."
  • Murid menuliskan satu kesalahan yang hampir ia lakukan hari ini dan cara mencegahnya.

Berkesadaran

15 menit

Kegiatan Penutup

  • Kesimpulan aturan tanda dan urutan operasi.
  • Tiket keluar: hitung 8 − (−6) + (−3) × 2.
  • Doa penutup.

Menggembirakan

15 menit

Pertemuan 4 — Faktorisasi Prima, KPK, dan FPB

Alokasi waktu: 3 JP (120 menit) · Tujuan: TP 4

Tahap

Kegiatan Guru dan Murid

Prinsip

Waktu

Kegiatan Awal

  • Doa dan presensi. Permainan "Saring Prima": murid mencoret kelipatan 2, 3, 5, 7 pada tabel 1–50 dan menemukan bilangan yang tersisa.
  • Pemantik: "Bu Guru punya 48 buku, 36 pensil, dan 60 penghapus untuk dijadikan paket hadiah yang isinya sama. Paling banyak berapa paket?"
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Menggembirakan

15 menit

Memahami

  • Murid membuat pohon faktor 24, 36, dan 60 dan menuliskan faktorisasi primanya dalam bentuk pangkat.
  • Murid mendaftar kelipatan dan faktor, lalu membandingkannya dengan cara faktorisasi prima: FPB memakai faktor sekutu berpangkat terkecil, KPK memakai semua faktor berpangkat terbesar.

Bermakna

35 menit

Mengaplikasi

  • Kelompok mengerjakan LKPD 4: Paket Hadiah dan Jadwal Bersama: menyelesaikan masalah paket hadiah (FPB) dan jadwal renang tiga sahabat (KPK).
  • Tiap kelompok menentukan kata kunci yang menandai soal KPK atau FPB.

Bermakna

40 menit

Merefleksi

  • Murid mengecek hubungan FPB × KPK = hasil kali dua bilangan untuk 24 dan 36, lalu mendiskusikan apakah hubungan itu juga berlaku untuk tiga bilangan.

Berkesadaran

15 menit

Kegiatan Penutup

  • Kesimpulan bersama dan penguatan kata kunci soal cerita.
  • Guru memberi tugas: siapkan buku catatan kecil untuk mencatat uang saku dan pengeluaran selama 3 hari (Projek Jurnal Keuanganku).
  • Doa penutup.

Menggembirakan

15 menit

Pertemuan 5 — Bilangan Bulat dan Literasi Finansial

Alokasi waktu: 3 JP (120 menit) · Tujuan: TP 5

Tahap

Kegiatan Guru dan Murid

Prinsip

Waktu

Kegiatan Awal

  • Doa dan presensi. Guru menayangkan video pendek (atau cerita bergambar di slide) tentang murid yang menerima uang saku, jajan, dan menabung di koperasi sekolah.
  • Pemantik: "Mengapa uang yang keluar bisa kita tulis sebagai bilangan negatif?"
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Bermakna

15 menit

Memahami

  • Murid mengidentifikasi pemasukan (positif) dan pengeluaran (negatif) dari cerita, lalu merepresentasikan perubahan saldo pada garis bilangan.
  • Guru mencontohkan cara mengisi buku kas sederhana dan mengecek hasil dengan estimasi (pembulatan ke ribuan terdekat).

Bermakna, Berkesadaran

35 menit

Mengaplikasi

  • Kelompok mengerjakan LKPD 5: Buku Kas Faizal: mencatat transaksi 7 hari, menghitung saldo harian, membandingkan saldo hari ke-1 dan ke-7, menghitung total tabungan di koperasi, dan merencanakan pembelian sepatu.
  • Kemitraan: pengurus koperasi sekolah (bila memungkinkan) menunjukkan contoh buku kas koperasi yang asli.

Bermakna, Menggembirakan

40 menit

Merefleksi

  • Murid menilai apakah strategi keuangan Faizal sudah baik dan memberi satu saran.
  • Murid membedakan kebutuhan dan keinginan dari daftar belanja di LKPD.

Berkesadaran

15 menit

Kegiatan Penutup

  • Kesimpulan: tanda bilangan membantu mencatat uang masuk dan keluar dengan jelas.
  • Pengingat projek: jurnal keuangan 3 hari dibawa pada pertemuan berikutnya, ditandatangani orang tua.
  • Doa penutup.

Menggembirakan

15 menit

Pertemuan 6 — Pameran Jurnal Keuanganku dan Asesmen Akhir

Alokasi waktu: 3 JP (120 menit) · Tujuan: TP 1–5

Tahap

Kegiatan Guru dan Murid

Prinsip

Waktu

Kegiatan Awal

  • Doa dan presensi. Guru menjelaskan alur pameran dan rubrik penilaian projek (Lampiran 5).

Berkesadaran

10 menit

Mengaplikasi

  • Galeri jalan (gallery walk): murid memajang jurnal keuangan 3 hari yang sudah diolah di LKPD 6, lengkap dengan saldo harian dan satu rencana hemat.
  • Murid berkeliling, memberi stiker apresiasi dan satu catatan masukan pada jurnal teman (penilaian sejawat).

Menggembirakan, Bermakna

35 menit

Asesmen Akhir

  • Murid mengerjakan tes tertulis uraian 8 soal secara mandiri (Lampiran 4).

Berkesadaran

50 menit

Merefleksi

  • Murid mengisi lembar refleksi dan penilaian diri (Lampiran 6): apa yang paling dipahami, apa yang masih sulit, dan bagaimana bilangan bulat membantunya merencanakan keuangan.

Berkesadaran

15 menit

Kegiatan Penutup

  • Guru memberi apresiasi seluruh karya dan menyampaikan tindak lanjut (remedial/pengayaan).
  • Doa penutup.

Menggembirakan

10 menit

D. Asesmen Pembelajaran

Jenis

Waktu

Teknik dan instrumen

Tindak lanjut

Asesmen awal (diagnostik)

Pertemuan 1

Tes tertulis 5 pilihan ganda + 2 isian singkat (Lampiran 2).

Pengelompokan heterogen dan pendampingan khusus.

Asesmen proses — assessment for learning

Pertemuan 1–5

Observasi diskusi kelompok (Lampiran 3), hasil LKPD 1–5, tiket keluar di setiap pertemuan.

Umpan balik lisan/tertulis saat itu juga; ulasan singkat di awal pertemuan berikutnya.

Asesmen proses — assessment as learning

Pertemuan 3–6

Penilaian diri dan penilaian sejawat pada galeri jalan; refleksi tertulis (Lampiran 6).

Murid menyusun langkah belajarnya sendiri.

Asesmen akhir — assessment of learning

Pertemuan 6

Tes tertulis uraian 8 soal (Lampiran 4) dan projek Jurnal Keuanganku (rubrik Lampiran 5).

Remedial atau pengayaan.

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

KKTP memakai rubrik empat tingkat. Murid dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran bila berada pada tingkat Baik atau Mahir. Satuan pendidikan dapat menyesuaikan kriteria ini.

TP

Perlu bimbingan

Cukup

Baik

Mahir

TP 1

Belum dapat meletakkan bilangan negatif pada garis bilangan.

Dapat meletakkan, tetapi keliru membandingkan dua bilangan negatif.

Dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat dengan tepat.

Dapat menjelaskan alasan urutan dengan garis bilangan dan nilai mutlak.

TP 2

Belum dapat menjumlahkan bilangan berbeda tanda.

Benar dengan bantuan keping/garis bilangan.

Benar secara simbolik, termasuk pengurangan bilangan negatif.

Dapat merumuskan aturan sendiri dan membuat soal cerita yang tepat.

TP 3

Belum memahami aturan tanda.

Aturan tanda benar, urutan operasi masih keliru.

Aturan tanda dan urutan operasi benar.

Dapat menjelaskan aturan tanda dari pola dan memakai sifat distributif untuk mempermudah hitungan.

TP 4

Belum dapat membuat faktorisasi prima.

Faktorisasi benar, tetapi tertukar KPK dan FPB.

KPK dan FPB benar dan tepat dipakai dalam soal cerita.

Dapat menjelaskan pilihan KPK/FPB dan memeriksa hasil dengan hubungan FPB × KPK.

TP 5

Belum dapat membedakan pemasukan dan pengeluaran.

Dapat mencatat transaksi, saldo masih ada yang keliru.

Saldo harian dan kesimpulan benar.

Saldo benar, memakai estimasi untuk mengecek, dan memberi saran keuangan yang masuk akal.

Nilai Akhir dan Tindak Lanjut

  • Nilai tes tertulis = (jumlah skor ÷ 32) × 100. Nilai projek dari rubrik Lampiran 5.
  • Rentang nilai: 0–40 perlu bimbingan, 41–65 cukup, 66–85 baik, 86–100 mahir.
  • Remedial (perlu bimbingan dan cukup): pembelajaran ulang pada TP yang belum tercapai dengan keping dan garis bilangan, lalu tes ulang dengan soal setara.
  • Pengayaan (baik dan mahir): soal tantangan, misalnya menentukan tiga bilangan bulat berurutan yang jumlahnya −36, atau menyusun buku kas koperasi kelas selama satu bulan di spreadsheet.

Refleksi Guru

  1. Bagian mana yang membuat murid paling bersemangat, dan mengapa?
  2. Berapa banyak murid yang mencapai tingkat Baik/Mahir di setiap TP? TP mana yang perlu diulang?
  3. Miskonsepsi apa yang masih muncul pada tiket keluar dan tes akhir?
  4. Apa yang akan saya ubah saat mengajarkan bab ini lagi?

Lampiran 1. Ringkasan Materi

Bilangan bulat dan garis bilangan

Bilangan bulat terdiri atas bilangan bulat negatif (…, −3, −2, −1), nol, dan bilangan bulat positif (1, 2, 3, …). Pada garis bilangan, bilangan di sebelah kanan selalu lebih besar daripada bilangan di sebelah kirinya. Lawan dari a adalah −a (lawan 0 adalah 0). Nilai mutlak |a| adalah jarak a ke nol, sehingga |−9| = 9.

Penjumlahan dan pengurangan

  • Tanda sama: jumlahkan nilai mutlaknya, beri tanda yang sama. Contoh: (−4) + (−6) = −10.
  • Tanda berbeda: kurangkan nilai mutlaknya, beri tanda bilangan yang nilai mutlaknya lebih besar. Contoh: (−5) + 8 = 3.
  • Pengurangan = penjumlahan dengan lawannya: a − b = a + (−b). Contoh: 4 − (−6) = 4 + 6 = 10.

Perkalian dan pembagian

  • Positif × positif = positif; negatif × negatif = positif; positif × negatif = negatif. Aturan yang sama berlaku pada pembagian.
  • Urutan operasi: tanda kurung, kemudian perkalian/pembagian dari kiri, kemudian penjumlahan/pengurangan dari kiri.
  • Sifat distributif: a × (b + c) = a × b + a × c.

Faktorisasi prima, KPK, dan FPB

  • Faktorisasi prima: 24 = 2³ × 3, 36 = 2² × 3², 60 = 2² × 3 × 5.
  • FPB: kalikan faktor prima sekutu dengan pangkat terkecil. FPB(24, 36) = 2² × 3 = 12.
  • KPK: kalikan semua faktor prima dengan pangkat terbesar. KPK(24, 36) = 2³ × 3² = 72.
  • Kata kunci: "bersamaan lagi", "serentak" → KPK; "dibagi sama banyak", "paling banyak kelompok" → FPB.

Literasi finansial

Uang yang diterima ditulis positif, uang yang keluar ditulis negatif. Saldo akhir = saldo awal + jumlah semua perubahan. Estimasi (membulatkan ke ribuan atau puluhan ribu) dipakai untuk mengecek apakah hasil hitungan masuk akal.

Lampiran 2. Asesmen Awal (Diagnostik)

Waktu: 10 menit. Kerjakan secara mandiri.

  1. Manakah yang merupakan bilangan bulat negatif? A. 5 B. 0 C. −3 D. ½
  2. Suhu bagian beku kulkas 4 derajat di bawah nol ditulis … A. 4 °C B. −4 °C C. 0,4 °C D. 40 °C
  3. Pada garis bilangan, bilangan yang terletak 2 satuan di sebelah kiri 0 adalah … A. 2 B. −2 C. 0 D. −1
  4. Pernyataan yang benar adalah … A. −5 > −2 B. −1 < −3 C. 0 > −4 D. 3 < −6
  5. Fandi memiliki tabungan Rp50.000. Ia mengambil Rp15.000 untuk membeli alat tulis. Perubahan nilai tabungannya adalah … A. −Rp15.000 B. Rp15.000 C. Rp35.000 D. Rp65.000
  6. Tuliskan dua contoh penggunaan bilangan negatif dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Hitunglah: a) 12 − 7 + 5 b) 6 × 4 : 3

Kunci dan penskoran

No.

Kunci

Skor

1

C

1

2

B

1

3

B

1

4

C

1

5

A (tabungan berkurang Rp15.000)

1

6

Contoh: suhu di bawah nol, utang, lantai basement, kedalaman di bawah permukaan laut, saldo minus

1

7

a) 10 b) 8 (keduanya benar)

1

Skor maksimum

7

Lampiran 3. Lembar Observasi Diskusi Kelompok

Beri skor 1–4 untuk setiap aspek (1 = belum tampak, 2 = mulai tampak, 3 = tampak, 4 = konsisten tampak).

No.

Nama murid

Kolaborasi (berbagi tugas, membantu teman)

Komunikasi (menjelaskan, menanggapi)

Penalaran kritis (memberi alasan)

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

Lampiran 4. Asesmen Akhir: Tes Tertulis Uraian

Waktu: 50 menit. Tuliskan langkah penyelesaianmu.

  1. Urutkan bilangan berikut dari yang terbesar: −12, 5, 0, −3, 8, −20.
  2. Hitunglah: a) −15 + 9 − (−4) b) (−7) × (−3) − 36 : (−4) c) 5 × (−8 + 3) + (−2) × (−6)
  3. Ruang pendingin ikan di tempat pelelangan bersuhu −18 °C. Saat listrik padam, suhunya naik 4 °C setiap jam. Ikan tetap aman bila suhu ruangan tidak lebih dari −10 °C. a) Berapa suhu ruangan setelah 3 jam? b) Paling lama berapa jam listrik boleh padam agar ikan tetap aman?
  4. Sebuah kapal selam berada di kedalaman 120 m di bawah permukaan laut. Kapal itu naik 45 m, lalu turun 30 m. Di mana posisi kapal sekarang?
  5. Bu Sari memiliki 72 bungkus kue dan 54 bungkus keripik pisang. Semuanya akan dibuat parsel dengan isi yang sama tanpa sisa. a) Paling banyak berapa parsel yang dapat dibuat? b) Berapa isi kue dan keripik di setiap parsel?
  6. Puskesmas keliling datang ke sebuah desa setiap 15 hari, sedangkan perpustakaan keliling setiap 10 hari. Keduanya datang bersamaan pada 3 Agustus. Kapan keduanya datang bersamaan lagi?
  7. Kas koperasi kelas mula-mula Rp75.000. Dalam seminggu tercatat: penjualan Rp48.000, membeli stok Rp60.000, penjualan Rp35.000, membeli kantong plastik Rp15.000, dan membeli stok Rp40.000. a) Tuliskan transaksi itu sebagai bilangan bulat. b) Berapa saldo akhir kas? c) Periksa jawabanmu dengan estimasi ke puluhan ribu terdekat.
  8. Dimas berkata, "Hasil kali tiga bilangan bulat negatif selalu positif." Benarkah pendapat Dimas? Jelaskan dengan contoh.

Kunci dan pedoman penskoran

No.

Jawaban

Skor

1

8, 5, 0, −3, −12, −20

4 (urutan benar); 2 (satu atau dua bilangan tertukar); 0

2

a) −6 − (−4) = −6 + 4 = −2

b) 21 − (−9) = 21 + 9 = 30

c) 5 × (−5) + 12 = −25 + 12 = −13

4 (ketiganya benar dengan langkah); 1 per bagian benar + 1 untuk langkah

3

a) −18 + 3 × 4 = −6 °C

b) Setelah 1 jam −14 °C, 2 jam −10 °C, 3 jam −6 °C. Paling lama 2 jam.

4 (a dan b benar dengan alasan); 2 (salah satu benar)

4

−120 + 45 − 30 = −105, yaitu 105 m di bawah permukaan laut.

4 (model dan hasil benar); 2 (model benar, hitungan keliru)

5

72 = 2³ × 3², 54 = 2 × 3³, FPB = 2 × 3² = 18.

a) 18 parsel b) tiap parsel 4 bungkus kue dan 3 bungkus keripik.

4 (a dan b benar); 2 (FPB benar saja)

6

KPK(15, 10) = 30. 3 Agustus + 30 hari = 2 September (Agustus 31 hari).

4 (KPK dan tanggal benar); 2 (KPK benar, tanggal keliru)

7

a) +75.000 (saldo awal), +48.000, −60.000, +35.000, −15.000, −40.000

b) 75.000 + 48.000 − 60.000 + 35.000 − 15.000 − 40.000 = Rp43.000

c) 80.000 + 50.000 − 60.000 + 40.000 − 20.000 − 40.000 = Rp50.000, dekat dengan Rp43.000, jadi jawaban masuk akal.

4 (a, b, c benar); 3 (a dan b benar); 1–2 (sebagian)

8

Tidak benar. Contoh: (−1) × (−2) × (−3) = 2 × (−3) = −6 (negatif). Dua negatif menghasilkan positif, dikali negatif ketiga menjadi negatif.

4 (menolak dengan contoh dan alasan); 2 (menolak tanpa contoh tepat)

Skor maksimum

32

Lampiran 5. Rubrik Projek "Jurnal Keuanganku"

Aspek

4 — Mahir

3 — Baik

2 — Cukup

1 — Perlu bimbingan

Kelengkapan catatan

Transaksi 3 hari lengkap, tanggal dan keterangan jelas, ditandatangani orang tua.

Lengkap, keterangan sebagian kurang jelas.

Hanya 2 hari atau banyak keterangan kosong.

Hanya 1 hari atau tidak lengkap.

Ketepatan tanda dan saldo

Semua pemasukan (+) dan pengeluaran (−) tepat; semua saldo benar.

1–2 saldo keliru.

3–4 saldo keliru atau tanda tertukar.

Sebagian besar keliru.

Analisis dan rencana

Membedakan kebutuhan/keinginan dan menyusun rencana hemat yang masuk akal dengan perhitungan.

Rencana hemat ada, perhitungan sederhana.

Rencana ada tanpa perhitungan.

Tidak ada rencana.

Penyajian di galeri

Rapi, menarik, dan dapat menjelaskan jurnalnya dengan jelas kepada teman.

Rapi dan cukup jelas.

Kurang rapi atau penjelasan kurang jelas.

Tidak disajikan.

Nilai projek = (jumlah skor ÷ 16) × 100.

Lampiran 6. Lembar Refleksi dan Penilaian Diri Murid

Pernyataan

Belum

Sebagian

Sudah

Saya dapat mengurutkan bilangan bulat, termasuk bilangan negatif.

Saya dapat menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat.

Saya dapat menjelaskan mengapa negatif × negatif = positif.

Saya dapat membedakan soal KPK dan soal FPB.

Saya dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran beserta saldonya.

1. Bagian yang paling saya pahami adalah …

2. Bagian yang masih sulit bagi saya adalah … dan yang akan saya lakukan adalah …

3. Bagaimana bilangan bulat membantumu memahami perencanaan keuangan pribadi?

Lampiran 7. Glosarium

Istilah

Arti

Bilangan bulat

Himpunan bilangan …, −2, −1, 0, 1, 2, …

Lawan bilangan

Bilangan yang jaraknya sama dari nol tetapi berlawanan arah; lawan dari 5 adalah −5.

Nilai mutlak

Jarak suatu bilangan dari nol, ditulis |a|.

Pasangan nol

Satu keping positif dan satu keping negatif yang jika digabung bernilai 0.

Faktorisasi prima

Penulisan bilangan sebagai hasil kali bilangan-bilangan prima.

KPK

Kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan atau lebih.

FPB

Faktor persekutuan terbesar dari dua bilangan atau lebih.

Saldo

Jumlah uang yang tersisa setelah semua pemasukan dan pengeluaran dihitung.

Estimasi

Perkiraan hasil hitungan dengan membulatkan bilangan.

Lampiran 8. Kunci Jawaban LKPD

LKPD

Kunci jawaban

1

  • No. 2: −7, −5, −3, −1 (bilangan bulat negatif).
  • No. 3: Moskow (−7), Ulaanbaatar (−5), Seoul (−3), Beijing (−1), Tokyo (2), London (4).
  • No. 4: −5 < −3; 2 > −7; −1 < 0; −8 < −6; 4 > −4.
  • No. 5: lawan −7 adalah 7, |−7| = 7; lawan 4 adalah −4, |4| = 4; lawan 0 adalah 0, |0| = 0; lawan −3 adalah 3, |−3| = 3.
  • No. 6: Moskow, karena |−7| = 7 paling besar.
  • No. 7: Tidak setuju; −7 terletak di kiri −3 sehingga −7 < −3.
  • Tantangan: −2, −1, 0, 1, 2.

2

  • No. 1: (−4) + (−2) = −6 (0 biru, 6 merah); 5 + (−3) = 2; (−6) + 4 = −2; (−3) + 3 = 0.
  • No. 2: 4 − 6 = −2; (−2) + 5 = 3; (−3) + (−4) = −7; 5 + 2 = 7.
  • No. 3: a) tanda sama: jumlahkan nilai mutlaknya, tandanya tetap; b) tanda berbeda: kurangkan nilai mutlaknya, tandanya mengikuti nilai mutlak yang lebih besar.
  • No. 4: 3 − 5 = −2 (lantai B2), lalu −2 + 7 = 5 (lantai 5).
  • No. 5: siang −4 + 9 = 5 °C; malam 5 − 7 = −2 °C; selisih 5 − (−2) = 7 °C.
  • No. 7: (−3) − 4 = (−3) + (−4) = −7.

3

  • No. 1: Pola A: 0, −3, −6. Pola B: −6, −3, 0, 3, 6.
  • No. 2: positif, negatif, negatif, positif.
  • No. 3: (−20) : (−5) = 4; 18 : (−6) = −3 karena (−6) × (−3) = 18; (−35) : 7 = −5 karena 7 × (−5) = −35.
  • No. 4: a) 8 + 6 − 6 = 8; b) −6 + (−6) = −12; c) 6 × (−5) = −30 dan 6 × (−9) + 6 × 4 = −54 + 24 = −30.
  • No. 5: Dina 18 × 4 + 5 × (−1) = 67; Bima 16 × 4 + 9 × (−1) = 55. Dina lebih tinggi; jawaban salah mengurangi skor.
  • No. 6: 5 + 4 × (−3) = −7 °C.

4

  • No. 1: 24 = 2³ × 3; 36 = 2² × 3²; 60 = 2² × 3 × 5.
  • No. 2: FPB(24, 36) = 2² × 3 = 12; KPK(24, 36) = 2³ × 3² = 72.
  • No. 3: 12 × 72 = 864 = 24 × 36.
  • No. 4: FPB(48, 36, 60) = 12 paket; tiap paket 4 buku, 3 pensil, 5 penghapus.
  • No. 5: KPK(4, 6, 8) = 24, jadi 25 November.
  • Tantangan: KPK(6, 8) = 24 detik; 120 : 24 = 5 kali.

5

  • No. 1: positif; negatif.
  • No. 2: Selasa +5.000 → 10.000; Rabu +5.000 → 15.000; Kamis 20.000 − 27.000 = −7.000 → 8.000; Jumat +5.000 → 13.000; Sabtu +5.000 → 18.000; Minggu −3.000 → 15.000.
  • No. 3: 15.000 − 5.000 = Rp10.000.
  • No. 4: 6 × 5.000 = Rp30.000.
  • No. 5: 150.000 : 30.000 = 5 minggu.
  • No. 7: kebutuhan: buku tulis, ongkos angkot, pulpen; keinginan: es krim setiap hari, stiker idola.

6

Jawaban beragam sesuai catatan murid; nilai dengan rubrik Lampiran 5.

Daftar Pustaka

  • Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2025). Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta: Kemendikdasmen.
  • Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2025). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, Edisi Revisi Tahun 2025. Jakarta: Kemendikdasmen.
  • Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. (2025). Panduan Mata Pelajaran Matematika Fase A – Fase F dan Fase F Tingkat Lanjut. Jakarta: Kemendikdasmen.
  • Kemendikbudristek. (2022). Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  • MGMP Matematika SMP Kabupaten Lampung Tengah. (2026). Materi Bilangan Bulat Kelas VII. https://mgmpmatsmp-lamteng.web.id/materi/kelas-7/bilangan-bulat/