Lewati ke konten
Kelas VII · Bab 8 Kesebangunan

A. Konsep Kesebangunan

Memahami arti bangun yang sebangun, skala, serta perbandingan keliling dan luasnya.

Fotomu dicetak dalam dua ukuran: ukuran dompet dan ukuran poster. Wajahmu di kedua foto terlihat sama persis, hanya ukurannya yang berbeda. Kedua foto itu sebangun. Peta, maket gedung, dan mainan mobil-mobilan juga contoh benda yang sebangun dengan aslinya.

Yang akan kamu pelajari

  • Memahami arti dua bangun yang sebangun.
  • Menentukan skala pembesaran atau pengecilan.
  • Menghitung perbandingan keliling dan luas bangun yang sebangun.
  • Membedakan sebangun dan kongruen.

Kapan dua bangun disebut sebangun?

Konsep Kesebangunan
Gambar 1: Dua bangun sebangun memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya berbeda.

Dua bangun disebut sebangun jika:

  1. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
  2. Sisi-sisi yang bersesuaian sebanding, artinya semua sisi diperbesar atau diperkecil dengan kelipatan yang sama.

Skala

Skala atau faktor kk menunjukkan berapa kali sebuah bangun diperbesar atau diperkecil:

k=panjang sisi pada bangun keduapanjang sisi yang bersesuaian pada bangun pertamak = \frac{\text{panjang sisi pada bangun kedua}}{\text{panjang sisi yang bersesuaian pada bangun pertama}}

  • Kalau k>1k > 1, bangunnya diperbesar.
  • Kalau 0<k<10 < k < 1, bangunnya diperkecil.

Keliling dan luas

Kalau sisi-sisinya diperbesar kk kali:

  • Keliling juga menjadi kk kali.
  • Luas menjadi k2k^2 kali.

Mengapa luasnya dikuadratkan? Bayangkan persegi bersisi 1 cm yang diperbesar 3 kali menjadi bersisi 3 cm. Luasnya berubah dari 1 cm² menjadi 9 cm², yaitu 323^2 kali, karena panjang dan lebarnya sama-sama diperbesar 3 kali.

Kesalahan yang sering terjadi: mengira luas juga cukup dikali kk. Kalau sisi diperbesar 2 kali, luasnya menjadi 4 kali, bukan 2 kali. Sementara itu, kelilingnya memang cukup dikali 2.

Sebangun dan kongruen

Kalau skalanya tepat 1:11 : 1, artinya ukuran kedua bangun sama persis, maka kedua bangun itu disebut kongruen. Jadi:

  • Setiap bangun yang kongruen pasti sebangun.
  • Bangun yang sebangun belum tentu kongruen.

Contoh soal dan pembahasan

Contoh 1. Dua persegi sebangun dengan perbandingan sisi 1:41 : 4. Sisi persegi kecil 3 cm. Berapa sisi persegi besar?

3×4=12 cm3 \times 4 = 12 \text{ cm}

Contoh 2. Dua segitiga sebangun dengan perbandingan sisi 2:32 : 3. Luas segitiga kecil 8 cm². Berapa luas segitiga besar?

Perbandingan luasnya 22:32=4:92^2 : 3^2 = 4 : 9, jadi:

luas besar=8×94=18 cm2\text{luas besar} = 8 \times \frac{9}{4} = 18 \text{ cm}^2

Contoh 3. Dua persegi panjang sebangun dengan skala 2:52 : 5. Keliling persegi panjang kecil 24 cm. Berapa keliling persegi panjang besar?

Perbandingan keliling sama dengan perbandingan sisi:

24×52=60 cm24 \times \frac{5}{2} = 60 \text{ cm}

Contoh 4. Maket sebuah gedung tingginya 40 cm, sedangkan gedung aslinya setinggi 20 m. Berapa skala maket itu?

Samakan satuannya dulu: 20 m=2.000 cm20 \text{ m} = 2.000 \text{ cm}. Skalanya 40:2.000=1:5040 : 2.000 = 1 : 50.

Ayo berlatih

  1. Dua segitiga sebangun dengan perbandingan sisi 3:53 : 5. Sisi segitiga kecil 6 cm. Berapa sisi segitiga besar?
  2. Dua persegi sebangun dengan perbandingan sisi 1:31 : 3. Luas persegi kecil 4 cm². Berapa luas persegi besar?
  3. Dua bangun sebangun dengan skala 3:73 : 7. Keliling bangun besar 84 cm. Berapa keliling bangun kecil?
  4. Dua persegi memiliki sisi yang sama-sama 5 cm. Apakah keduanya sebangun, kongruen, atau keduanya?
Lihat jawaban
  1. 6×53=106 \times \frac{5}{3} = 10 cm.
  2. Perbandingan luasnya 1:91 : 9, jadi 4×9=364 \times 9 = 36 cm².
  3. 84×37=3684 \times \frac{3}{7} = 36 cm.
  4. Keduanya, karena skalanya 1:11 : 1.

Cek pemahamanmu

  1. Sebutkan dua syarat dua bangun disebut sebangun.
  2. Perbandingan luas dua bangun sebangun adalah 16:916 : 9. Berapa perbandingan sisinya?
  3. Apa hubungan antara sebangun dan kongruen?
  4. Dua bangun sebangun dengan skala 4:94 : 9. Keliling bangun kecil 20 cm. Berapa keliling bangun besar?
Lihat kunci jawaban
  1. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar, dan sisi-sisi yang bersesuaian sebanding.
  2. 16:9=4:3\sqrt{16} : \sqrt{9} = 4 : 3.
  3. Kongruen adalah sebangun dengan skala 1:11 : 1. Setiap bangun yang kongruen pasti sebangun, tetapi bangun yang sebangun belum tentu kongruen.
  4. 20×94=4520 \times \frac{9}{4} = 45 cm.

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.