Lewati ke konten
Kelas VII · Bab 3 Aritmetika Sosial

D. Diskon, Bruto, Netto, dan Pajak

Menghitung harga setelah diskon dan pajak, serta memahami berat bruto, netto, dan tara pada kemasan.

Coba ambil sebungkus makanan ringan di rumahmu dan perhatikan kemasannya. Ada tulisan “Berat bersih” atau “Netto”, bukan? Lalu, saat belanja, kamu sering melihat label “Diskon 20% + 10%” dan struk yang mencantumkan PPN. Di topik ini kita akan membahas semuanya satu per satu.

Yang akan kamu pelajari

  • Memahami arti bruto, netto, dan tara pada berat barang.
  • Menghitung harga setelah diskon, termasuk diskon bertingkat.
  • Menghitung harga setelah pajak.
  • Menyelesaikan soal cerita yang memuat beberapa potongan sekaligus.

Bruto, netto, dan tara

Bruto Netto Tara
Gambar 1: Bruto adalah berat isi ditambah berat kemasan.

Bayangkan sekarung beras:

  • Bruto (berat kotor) adalah berat beras beserta karungnya.
  • Netto (berat bersih) adalah berat berasnya saja.
  • Tara adalah berat karungnya, yaitu wadah atau kemasannya.

Hubungan ketiganya sederhana:

bruto=netto+tara\text{bruto} = \text{netto} + \text{tara}

Jadi, netto = bruto − tara, dan tara = bruto − netto. Kadang tara dinyatakan dalam persen dari bruto:

persentase tara=tarabruto×100%\text{persentase tara} = \frac{\text{tara}}{\text{bruto}} \times 100\%

Diskon

Diskon adalah potongan harga. Harga setelah diskon p%p\% adalah:

harga setelah diskon=harga awal×(1−p100)\text{harga setelah diskon} = \text{harga awal} \times \left(1 - \frac{p}{100}\right)

Untuk diskon bertingkat, misalnya “20% + 10%”, diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama:

harga akhir=harga awal×(1−p1100)×(1−p2100)\text{harga akhir} = \text{harga awal} \times \left(1 - \frac{p_1}{100}\right) \times \left(1 - \frac{p_2}{100}\right)

Pajak

Pajak seperti PPN justru menambah harga. Kalau PPN 11%, harga yang dibayar adalah harga × 1,11\times\ 1{,}11.

Urutan menghitung harga akhir biasanya seperti ini: harga awal, dikurangi diskon, dikurangi potongan lain (misalnya potongan anggota), lalu ditambah pajak.

Kesalahan yang sering terjadi: menjumlahkan diskon bertingkat. Diskon “20% + 10%” untuk tas seharga Rp300.000 menghasilkan 300.000×0,8×0,9=216.000300.000 \times 0{,}8 \times 0{,}9 = 216.000, bukan 300.000×0,7=210.000300.000 \times 0{,}7 = 210.000.

Contoh soal dan pembahasan

Contoh 1. Sekarung beras memiliki bruto 25 kg. Berat karungnya 500 g. Berapa netto beras dan persentase taranya?

  • Samakan satuannya: 500 g=0,5 kg500 \text{ g} = 0{,}5 \text{ kg}.
  • Netto: 25−0,5=24,525 - 0{,}5 = 24{,}5 kg.
  • Persentase tara: 0,525×100%=2%\frac{0{,}5}{25} \times 100\% = 2\%.

Contoh 2. Sebuah barang seharga Rp200.000 mendapat diskon 15%, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?

  • Setelah diskon: 200.000×0,85=170.000200.000 \times 0{,}85 = 170.000.
  • PPN: 170.000×0,11=18.700170.000 \times 0{,}11 = 18.700.
  • Harga akhir: 170.000+18.700=188.700170.000 + 18.700 = 188.700.

Yang harus dibayar Rp188.700.

Contoh 3. Sebuah tas seharga Rp300.000 mendapat diskon “20% + 10%”. Berapa harga akhirnya?

  • Setelah diskon pertama: 300.000×0,8=240.000300.000 \times 0{,}8 = 240.000.
  • Setelah diskon kedua: 240.000×0,9=216.000240.000 \times 0{,}9 = 216.000.

Harga akhirnya Rp216.000.

Ayo berlatih

  1. Harga sepeda Rp1.500.000, didiskon 20%, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?
  2. Harga barang Rp100.000, didiskon 10%, mendapat potongan anggota Rp5.000, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?
  3. Sekaleng susu bubuk memiliki bruto 900 g dan netto 850 g. Berapa taranya, dan berapa persen tara terhadap bruto?
  4. Dua kotak biskuit memiliki bruto total 4 kg dan tara total 200 g. Berapa netto totalnya?
  5. Sebuah baju seharga Rp250.000 mendapat diskon “10% + 10%”. Berapa harga akhirnya? Bandingkan dengan diskon 20% langsung.
  6. Laptop seharga Rp8.000.000 didiskon 25%, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?
Lihat jawaban
  1. Setelah diskon 1.500.000×0,8=1.200.0001.500.000 \times 0{,}8 = 1.200.000. Setelah PPN 1.200.000×1,11=1.200.000 \times 1{,}11 = Rp1.332.000.
  2. Setelah diskon 90.00090.000. Setelah potongan anggota 85.00085.000. Setelah PPN 85.000×1,11=85.000 \times 1{,}11 = Rp94.350.
  3. Tara 900−850=50900 - 850 = 50 g. Persentasenya 50900×100%≈5,6%\frac{50}{900} \times 100\% \approx 5{,}6\%.
  4. 4.000−200=3.8004.000 - 200 = 3.800 g =3,8= 3{,}8 kg.
  5. 250.000×0,9=225.000250.000 \times 0{,}9 = 225.000, lalu 225.000×0,9=225.000 \times 0{,}9 = Rp202.500. Diskon 20% langsung menghasilkan Rp200.000. Diskon bertingkat sedikit lebih mahal.
  6. 8.000.000×0,75=6.000.0008.000.000 \times 0{,}75 = 6.000.000, lalu 6.000.000×1,11=6.000.000 \times 1{,}11 = Rp6.660.000.

Cek pemahamanmu

  1. Bruto sebuah barang 12 kg dan taranya 500 g. Berapa nettonya?
  2. Barang seharga Rp400.000 didiskon 25%. Berapa harganya sekarang?
  3. Mengapa diskon “10% + 10%” tidak sama dengan diskon 20%?
  4. Sekotak teh memiliki netto 180 g dan tara 20 g. Berapa brutonya?
Lihat kunci jawaban
  1. 12.000−500=11.50012.000 - 500 = 11.500 g =11,5= 11{,}5 kg.
  2. 400.000×0,75=400.000 \times 0{,}75 = Rp300.000.
  3. Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah dipotong diskon pertama, jadi potongan keduanya lebih kecil daripada 10% dari harga awal.
  4. 180+20=200180 + 20 = 200 g.

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.