Coba ambil sebungkus makanan ringan di rumahmu dan perhatikan kemasannya. Ada tulisan “Berat bersih” atau “Netto”, bukan? Lalu, saat belanja, kamu sering melihat label “Diskon 20% + 10%” dan struk yang mencantumkan PPN. Di topik ini kita akan membahas semuanya satu per satu.
Yang akan kamu pelajari
- Memahami arti bruto, netto, dan tara pada berat barang.
- Menghitung harga setelah diskon, termasuk diskon bertingkat.
- Menghitung harga setelah pajak.
- Menyelesaikan soal cerita yang memuat beberapa potongan sekaligus.
Bruto, netto, dan tara
Bayangkan sekarung beras:
- Bruto (berat kotor) adalah berat beras beserta karungnya.
- Netto (berat bersih) adalah berat berasnya saja.
- Tara adalah berat karungnya, yaitu wadah atau kemasannya.
Hubungan ketiganya sederhana:
Jadi, netto = bruto − tara, dan tara = bruto − netto. Kadang tara dinyatakan dalam persen dari bruto:
Diskon
Diskon adalah potongan harga. Harga setelah diskon adalah:
Untuk diskon bertingkat, misalnya “20% + 10%”, diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama:
Pajak
Pajak seperti PPN justru menambah harga. Kalau PPN 11%, harga yang dibayar adalah harga .
Urutan menghitung harga akhir biasanya seperti ini: harga awal, dikurangi diskon, dikurangi potongan lain (misalnya potongan anggota), lalu ditambah pajak.
Kesalahan yang sering terjadi: menjumlahkan diskon bertingkat. Diskon “20% + 10%” untuk tas seharga Rp300.000 menghasilkan , bukan .
Contoh soal dan pembahasan
Contoh 1. Sekarung beras memiliki bruto 25 kg. Berat karungnya 500 g. Berapa netto beras dan persentase taranya?
- Samakan satuannya: .
- Netto: kg.
- Persentase tara: .
Contoh 2. Sebuah barang seharga Rp200.000 mendapat diskon 15%, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?
- Setelah diskon: .
- PPN: .
- Harga akhir: .
Yang harus dibayar Rp188.700.
Contoh 3. Sebuah tas seharga Rp300.000 mendapat diskon “20% + 10%”. Berapa harga akhirnya?
- Setelah diskon pertama: .
- Setelah diskon kedua: .
Harga akhirnya Rp216.000.
Ayo berlatih
- Harga sepeda Rp1.500.000, didiskon 20%, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?
- Harga barang Rp100.000, didiskon 10%, mendapat potongan anggota Rp5.000, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?
- Sekaleng susu bubuk memiliki bruto 900 g dan netto 850 g. Berapa taranya, dan berapa persen tara terhadap bruto?
- Dua kotak biskuit memiliki bruto total 4 kg dan tara total 200 g. Berapa netto totalnya?
- Sebuah baju seharga Rp250.000 mendapat diskon “10% + 10%”. Berapa harga akhirnya? Bandingkan dengan diskon 20% langsung.
- Laptop seharga Rp8.000.000 didiskon 25%, lalu dikenai PPN 11%. Berapa yang harus dibayar?
Lihat jawaban
- Setelah diskon . Setelah PPN Rp1.332.000.
- Setelah diskon . Setelah potongan anggota . Setelah PPN Rp94.350.
- Tara g. Persentasenya .
- g kg.
- , lalu Rp202.500. Diskon 20% langsung menghasilkan Rp200.000. Diskon bertingkat sedikit lebih mahal.
- , lalu Rp6.660.000.
Cek pemahamanmu
- Bruto sebuah barang 12 kg dan taranya 500 g. Berapa nettonya?
- Barang seharga Rp400.000 didiskon 25%. Berapa harganya sekarang?
- Mengapa diskon “10% + 10%” tidak sama dengan diskon 20%?
- Sekotak teh memiliki netto 180 g dan tara 20 g. Berapa brutonya?
Lihat kunci jawaban
- g kg.
- Rp300.000.
- Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah dipotong diskon pertama, jadi potongan keduanya lebih kecil daripada 10% dari harga awal.
- g.
Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.