Lewati ke konten
Kelas VII · Bab 3 Aritmetika Sosial

F. Proyek Perencanaan Keuangan

Menyusun rencana keuangan sederhana untuk uang saku atau kegiatan kelompok.

Pernah merasa uang saku sudah habis padahal baru pertengahan minggu? Kamu tidak sendirian. Di topik ini, kamu akan memakai semua yang sudah dipelajari, yaitu bilangan bulat, persen, dan hitungan uang, untuk menyusun rencana keuangan sendiri. Ini proyek kecil yang manfaatnya bisa terasa seumur hidup.

Yang akan kamu pelajari

  • Mencatat pemasukan dan pengeluaran.
  • Membedakan kebutuhan dan keinginan.
  • Membagi uang dengan metode persentase 50/30/20.
  • Mengecek apakah sebuah rencana keuangan masuk akal.

Langkah menyusun rencana keuangan

Perencanaan Keuangan
Gambar 1: Contoh pembagian uang ke dalam beberapa pos anggaran.
  1. Catat pemasukan, misalnya uang saku per minggu atau per bulan.
  2. Daftar pengeluaran dan urutkan dari yang paling penting.
  3. Sisihkan tabungan sejak awal, jangan menunggu sisa.
  4. Evaluasi di akhir minggu atau bulan, lalu perbaiki rencananya.

Kebutuhan atau keinginan?

  • Kebutuhan adalah hal yang harus dipenuhi, misalnya makan siang, ongkos ke sekolah, dan alat tulis.
  • Keinginan adalah hal yang menyenangkan tetapi bisa ditunda, misalnya jajan minuman kekinian atau membeli gim.

Membedakan keduanya membantumu memutuskan mana yang didahulukan saat uang terbatas.

Metode 50/30/20

Salah satu cara mudah membagi uang adalah metode 50/30/20:

Pos Persentase Contoh
Kebutuhan 50% makan, ongkos, keperluan sekolah
Keinginan 30% jajan, hiburan
Tabungan 20% tabungan atau dana darurat

Besarnya uang untuk setiap pos dihitung dengan:

jatah pos=persentase×total pemasukan\text{jatah pos} = \text{persentase} \times \text{total pemasukan}

Cek arus kas

Gunakan bilangan bulat: pemasukan bertanda positif, pengeluaran bertanda negatif.

arus kas bersih=total pemasukan−total pengeluaran\text{arus kas bersih} = \text{total pemasukan} - \text{total pengeluaran}

  • Hasil positif atau nol berarti rencananya aman.
  • Hasil negatif berarti pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, jadi rencananya harus diubah.

Kesalahan yang sering terjadi: tidak mencatat pengeluaran kecil. Jajan Rp3.000 sehari terlihat sepele, tetapi dalam sebulan sekolah (sekitar 20 hari) jumlahnya Rp60.000. Pengeluaran kecil yang tidak dicatat sering menjadi penyebab uang cepat habis.

Contoh soal dan pembahasan

Contoh 1. Dina mendapat uang saku Rp400.000 per minggu. Rencananya: makan di kantin Rp160.000, jajan Rp120.000, dan menabung Rp120.000. Apakah rencananya masuk akal?

Total rencana: 160.000+120.000+120.000=400.000160.000 + 120.000 + 120.000 = 400.000. Arus kas bersihnya 400.000−400.000=0400.000 - 400.000 = 0, jadi rencana Dina pas dengan uang sakunya. Tabungannya 120.000400.000=30%\frac{120.000}{400.000} = 30\%, bagus sekali!

Contoh 2. Andi mendapat uang saku Rp500.000 per bulan. Susun pembagiannya dengan metode 50/30/20.

  • Kebutuhan: 50%×500.000=250.00050\% \times 500.000 = 250.000.
  • Keinginan: 30%×500.000=150.00030\% \times 500.000 = 150.000.
  • Tabungan: 20%×500.000=100.00020\% \times 500.000 = 100.000.

Jumlahnya 250.000+150.000+100.000=500.000250.000 + 150.000 + 100.000 = 500.000, sama dengan uang sakunya.

Ayo berlatih

  1. Sinta mendapat uang saku Rp750.000 per bulan. Ia merencanakan kebutuhan sekolah Rp350.000, jajan Rp250.000, dan tabungan Rp150.000.
    • Berapa arus kas bersih rencananya?
    • Berapa persen tabungannya? Apakah sudah mencapai 10–20%?
  2. Mengapa mencatat pengeluaran kecil itu penting? Jelaskan dengan contoh dari kehidupanmu.
Lihat jawaban
  1. Total pengeluaran 350.000+250.000+150.000=750.000350.000 + 250.000 + 150.000 = 750.000, jadi arus kas bersihnya 00 (pas). Tabungannya 150.000750.000×100%=20%\frac{150.000}{750.000} \times 100\% = 20\%, sudah mencapai target.
  2. Jawabannya bisa berbeda-beda. Contoh: membeli minuman Rp5.000 setiap hari sekolah. Dalam 20 hari jumlahnya Rp100.000. Kalau tidak dicatat, kita tidak sadar ke mana uang itu pergi.

Tugas proyek

Susunlah rencana keuanganmu sendiri untuk satu bulan.

  1. Tuliskan pemasukanmu, boleh uang saku sungguhan atau angka perkiraan, misalnya Rp600.000.
  2. Buat tabel pengeluaran yang dibagi menjadi kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Usahakan tabungannya minimal 20%.
  3. Hitung arus kas bersihnya dan pastikan tidak negatif.
  4. Selama dua minggu, catat pengeluaranmu yang sebenarnya, lalu bandingkan dengan rencana. Bagian mana yang meleset? Apa yang akan kamu ubah?

Sajikan hasilnya dalam bentuk tabel atau diagram, lalu ceritakan pengalamanmu kepada teman sekelas.

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.