Lewati ke konten
Kelas VII · Bab 2 Bilangan Rasional

G. Penerapan Bilangan Rasional

Memakai pecahan dan desimal untuk diskon bertingkat, kecepatan, skala peta, dan takaran sehari-hari.

Membagi sirup ke dalam gelas, menghitung harga setelah diskon dan pajak, memperkirakan lama perjalanan, sampai membaca peta. Semuanya memakai bilangan rasional. Di topik ini kamu akan melihat bagaimana pecahan dan desimal bekerja dalam kehidupan nyata.

Yang akan kamu pelajari

  • Menyelesaikan soal cerita dengan operasi bilangan rasional.
  • Menghitung harga setelah diskon bertingkat dan pajak.
  • Memakai hubungan kecepatan, jarak, dan waktu.
  • Membaca skala pada peta atau denah.
Aplikasi Bilangan Rasional
Gambar 1: Bilangan rasional dipakai pada diskon, kecepatan, dan skala peta.

Diskon bertingkat dan pajak

Kadang sebuah barang mendapat dua potongan berturut-turut, misalnya “diskon 20% + 10%”. Potongan kedua dihitung dari harga setelah potongan pertama, bukan dari harga awal.

harga akhir=harga awal×(1−d1)×(1−d2)\text{harga akhir} = \text{harga awal} \times (1 - d_1) \times (1 - d_2)

dengan d1d_1 dan d2d_2 adalah besar diskon dalam bentuk desimal.

Pajak seperti PPN bekerja sebaliknya: pajak menambah harga. Harga setelah PPN 11% sama dengan harga × 1,11\times\ 1{,}11.

Kesalahan yang sering terjadi: menganggap “diskon 20% + 10%” sama dengan diskon 30%. Untuk barang seharga Rp200.000, diskon 30% menghasilkan Rp140.000, sedangkan diskon bertingkat menghasilkan Rp144.000. Potongan kedua lebih kecil karena dihitung dari harga yang sudah turun.

Kecepatan, jarak, dan waktu

Ketiganya berhubungan lewat rumus:

v=stv = \frac{s}{t}

dengan vv kecepatan, ss jarak, dan tt waktu. Hasilnya sering berupa pecahan atau desimal, karena perjalanan jarang berlangsung tepat sekian jam.

Skala pada peta dan denah

Skala menunjukkan perbandingan antara ukuran pada gambar dan ukuran sebenarnya. Skala 1:500.0001 : 500.000 artinya 1 cm pada peta mewakili 500.000 cm di dunia nyata, atau 5 km.

jarak sebenarnya=jarak pada peta×penyebut skala\text{jarak sebenarnya} = \text{jarak pada peta} \times \text{penyebut skala}

Jangan lupa mengubah satuannya: 1 km=100.000 cm1 \text{ km} = 100.000 \text{ cm}.

Contoh soal dan pembahasan

Contoh 1. Sebuah botol berisi 34\frac{3}{4} liter sirup. Setiap gelas diisi 18\frac{1}{8} liter. Berapa gelas yang bisa diisi?

34÷18=34×8=6\frac{3}{4} \div \frac{1}{8} = \frac{3}{4} \times 8 = 6

Sirup itu cukup untuk 6 gelas.

Contoh 2. Sebuah barang seharga Rp160.000 mendapat diskon 15%, lalu dikenai PPN 11%. Berapa harga akhirnya?

  • Potongan diskon: 160.000×0,15=24.000160.000 \times 0{,}15 = 24.000.
  • Harga setelah diskon: 160.000−24.000=136.000160.000 - 24.000 = 136.000.
  • PPN: 136.000×0,11=14.960136.000 \times 0{,}11 = 14.960.
  • Harga akhir: 136.000+14.960=150.960136.000 + 14.960 = 150.960.

Harga akhirnya Rp150.960.

Contoh 3. Sebuah mobil menempuh 135 km dalam 2,52{,}5 jam. Berapa kecepatan rata-ratanya?

v=1352,5=1.35025=54 km/jamv = \frac{135}{2{,}5} = \frac{1.350}{25} = 54 \text{ km/jam}

Contoh 4. Jarak dua kota pada peta berskala 1:2.000.0001 : 2.000.000 adalah 3,53{,}5 cm. Berapa jarak sebenarnya?

3,5×2.000.000=7.000.000 cm=70 km3{,}5 \times 2.000.000 = 7.000.000 \text{ cm} = 70 \text{ km}

Ayo berlatih

  1. Sebuah kaleng berisi 0,6250{,}625 liter sirup. Sirup itu dituang ke botol-botol kecil berukuran 18\frac{1}{8} liter. Berapa botol yang terisi penuh?
  2. Harga sebuah buku Rp90.000, didiskon 10%, lalu mendapat potongan langganan Rp2.500. Berapa harga akhirnya?
  3. Sebuah sepeda motor menempuh 84 km dalam 1,51{,}5 jam. Berapa kecepatan rata-ratanya?
  4. Pada peta berskala 1:1.500.0001 : 1.500.000, jarak dua kota adalah 4 cm. Berapa jarak sebenarnya?
  5. Sebuah baju seharga Rp200.000 mendapat diskon 20%, lalu diskon tambahan 10%. Berapa harga akhirnya?
Lihat jawaban
  1. 18=0,125\frac{1}{8} = 0{,}125, jadi 0,625÷0,125=50{,}625 \div 0{,}125 = 5 botol.
  2. Potongan 90.000×0,1=9.00090.000 \times 0{,}1 = 9.000, sehingga harganya menjadi 81.00081.000. Setelah potongan langganan, 81.000−2.500=81.000 - 2.500 = Rp78.500.
  3. v=841,5=56v = \frac{84}{1{,}5} = 56 km/jam.
  4. 4×1.500.000=6.000.0004 \times 1.500.000 = 6.000.000 cm =60= 60 km.
  5. 200.000×0,8=160.000200.000 \times 0{,}8 = 160.000, lalu 160.000×0,9=160.000 \times 0{,}9 = Rp144.000.

Cek pemahamanmu

  1. Sebuah drum berisi 56\frac{5}{6} meter kubik air. Air itu dituang ke ember-ember berukuran 112\frac{1}{12} meter kubik. Berapa ember yang terisi penuh?
  2. Tas seharga Rp250.000 didiskon 12%, lalu mendapat potongan tambahan Rp10.000. Berapa yang harus dibayar?
  3. Sebuah kereta menempuh 210 km dalam 3,53{,}5 jam. Berapa kecepatan rata-ratanya?
  4. Pada denah rumah berskala 1:1001 : 100, panjang sebuah kamar 3,53{,}5 cm. Berapa meter panjang kamar sebenarnya?
  5. Barang seharga Rp180.000 mendapat diskon 10% lalu 5%. Mengapa hasilnya berbeda dengan diskon 15% langsung? Hitung harga akhirnya.
Lihat kunci jawaban
  1. 56×12=10\frac{5}{6} \times 12 = 10 ember.
  2. Potongan 250.000×0,12=30.000250.000 \times 0{,}12 = 30.000, sehingga harganya menjadi 220.000220.000. Setelah potongan tambahan, 220.000−10.000=220.000 - 10.000 = Rp210.000.
  3. 2103,5=60\frac{210}{3{,}5} = 60 km/jam.
  4. 3,5×100=3503{,}5 \times 100 = 350 cm =3,5= 3{,}5 m.
  5. Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah turun, jadi potongannya lebih kecil. 180.000×0,9=162.000180.000 \times 0{,}9 = 162.000, lalu 162.000×0,95=162.000 \times 0{,}95 = Rp153.900. Kalau diskon 15% langsung, hasilnya Rp153.000.

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.