Mengalikan dan membagi pecahan serta desimal, dan memakai kebalikan pecahan pada pembagian.
Sebuah tangki terisi air 54 bagian. Airnya akan dibagi rata ke dalam 6 ember. Berapa bagian tangki yang masuk ke setiap ember? Soal seperti ini membutuhkan pembagian pecahan. Kabar baiknya, perkalian dan pembagian pecahan justru lebih mudah daripada penjumlahannya, karena penyebutnya tidak perlu disamakan.
Yang akan kamu pelajari
Mengalikan pecahan.
Membagi pecahan dengan cara mengalikan dengan kebalikannya.
Mengalikan dan membagi bilangan desimal.
Memakai aturan tanda dan sifat-sifat perkalian pada bilangan rasional.
Gambar 1: Perkalian langsung, pembagian dengan membalik pecahan pembagi.
Perkalian pecahan
Kalikan pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan penyebut:
ba×dc=b×da×c
Contohnya, 32×56=1512=54.
Tips: kamu boleh menyederhanakan sebelum mengalikan supaya angkanya kecil. Pada 32×56, angka 3 dan 6 bisa sama-sama dibagi 3, sehingga menjadi 12×52=54.
Pembagian pecahan
Membagi dengan sebuah pecahan sama dengan mengalikan dengan kebalikannya. Kebalikan dari dc adalah cd, yaitu pembilang dan penyebutnya ditukar.
ba÷dc=ba×cd
Contohnya, 43÷2=43×21=83.
Kesalahan yang sering terjadi: membalik pecahan yang salah. Yang dibalik adalah pecahan pembagi, yaitu yang berada di belakang tanda ÷. Pecahan pertama tetap seperti semula.
Aturan tanda
Aturan tanda pada bilangan bulat tetap berlaku: tanda yang sama menghasilkan bilangan positif, tanda yang berbeda menghasilkan bilangan negatif.
−32×(−43)=21−32×43=−21
Perkalian dan pembagian desimal
Perkalian: kalikan seperti bilangan biasa tanpa memperhatikan koma. Banyak angka di belakang koma pada hasilnya sama dengan jumlah angka di belakang koma pada kedua bilangan. Contohnya, 1,2×0,15: hitung 12×15=180, lalu beri 3 angka di belakang koma, sehingga hasilnya 0,180=0,18.
Pembagian: geser koma pada kedua bilangan sampai pembaginya menjadi bilangan bulat. Contohnya, 0,4÷0,25=40÷25=1,6.
Sifat-sifat perkalian
Sifat
Bentuk umum
Komutatif
a×b=b×a
Asosiatif
(a×b)×c=a×(b×c)
Distributif
a×(b+c)=a×b+a×c
Identitas
a×1=a
Perkalian dengan nol
a×0=0
Invers (kebalikan)
a×a1=1, untuk a=0
Contoh sifat invers: kebalikan dari 52 adalah 25, dan 52×25=1.
Contoh soal dan pembahasan
Contoh 1. Hitung 0,8×1,25.
8×125=1.000. Ada 3 angka di belakang koma (satu dari 0,8 dan dua dari 1,25), jadi hasilnya 1,000=1.
Contoh 2. Hitung −53×(−95).
Tandanya sama, jadi hasilnya positif: 5×93×5=4515=31.
Contoh 3. Tunjukkan bahwa 32×(21+41)=32×21+32×41.
Ruas kiri: 32×43=126=21.
Ruas kanan: 31+61=62+61=63=21.
Hasil kedua ruas sama, sesuai dengan sifat distributif.
Contoh 4. Kembali ke soal tangki: air sebanyak 54 tangki dibagi rata ke dalam 6 ember. Berapa bagian tangki untuk setiap ember?
54÷6=54×61=304=152
Setiap ember mendapat 152 bagian tangki.
Ayo berlatih
Hitung 65×103.
Hitung 0,4÷0,25.
Hitung 97÷314.
Hitung 1,2×0,15.
Hitung −72×914.
Sebuah sepeda menempuh 43 km setiap 201 jam. Berapa kilometer yang ditempuh dalam 1 jam?
Lihat jawaban
6015=41.
Geser koma dua tempat: 40÷25=1,6.
97×143=12621=61.
12×15=180, lalu beri 3 angka di belakang koma: 0,18.
Tandanya berbeda, jadi hasilnya negatif: −6328=−94.
43÷201=43×20=15 km.
Cek pemahamanmu
Hitung 83×94.
Hitung −65÷125.
Hitung 2,5×(−0,4).
Tentukan kebalikan dari 37, lalu tunjukkan bahwa hasil kali keduanya sama dengan 1.
Kebun seluas 85 hektare dibagi rata untuk 5 petani. Berapa hektare bagian setiap petani?