Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan dan desimal, termasuk yang bertanda negatif.
Andi makan 41 bagian pizza, lalu Budi makan 82 bagian. Berapa bagian pizza yang sudah habis? Kalau kamu langsung menjawab 123, tunggu dulu. Menjumlahkan pecahan punya aturan sendiri, dan di topik ini kita akan membahasnya pelan-pelan.
Yang akan kamu pelajari
Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan, baik yang penyebutnya sama maupun berbeda.
Menjumlahkan dan mengurangkan desimal.
Mengerjakan operasi yang melibatkan bilangan rasional negatif.
Memakai sifat-sifat penjumlahan dan menafsirkan hasilnya dalam soal cerita.
Pecahan berpenyebut sama
Kalau penyebutnya sama, cukup jumlahkan atau kurangkan pembilangnya. Penyebutnya tetap.
83+82=85107−104=103
Pecahan berpenyebut berbeda
Kalau penyebutnya berbeda, samakan dulu penyebutnya. Cara paling hemat adalah memakai KPK dari penyebut-penyebutnya.
Gambar 1: Samakan penyebut dengan KPK, baru jumlahkan pembilangnya.
Cari KPK dari penyebut-penyebutnya.
Ubah setiap pecahan menjadi pecahan senilai dengan penyebut KPK itu.
Jumlahkan atau kurangkan pembilangnya.
Sederhanakan hasilnya kalau masih bisa.
Contohnya, untuk 65−43, KPK dari 6 dan 4 adalah 12:
65−43=1210−129=121
Kesalahan yang sering terjadi: menjumlahkan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, misalnya 41+82=123. Coba pikirkan: seperempat pizza ditambah seperempat pizza tentu setengah pizza, bukan 123 atau seperempat. Penyebut harus disamakan dulu.
Desimal
Untuk desimal, tuliskan bilangannya bersusun dengan tanda koma sejajar, lalu hitung seperti biasa. Tambahkan nol di belakang kalau banyak angkanya berbeda. Contohnya, 2,35−1,8 ditulis sebagai 2,35−1,80=0,55.
Bilangan rasional negatif
Semua aturan yang kamu pelajari pada bilangan bulat tetap berlaku untuk pecahan dan desimal:
a−b=a+(−b)a−(−b)=a+b
Contohnya, −52−(−53)=−52+53=51.
Sifat-sifat penjumlahan
Sifat
Bentuk umum
Contoh
Komutatif
a+b=b+a
21+41=41+21=43
Asosiatif
(a+b)+c=a+(b+c)
(21+31)+61=21+(31+61)=1
Identitas
a+0=a
72+0=72
Invers
a+(−a)=0
43+(−43)=0
Sama seperti pada bilangan bulat, pengurangan tidak komutatif: 43−21=41, sedangkan 21−43=−41.
Contoh soal dan pembahasan
Contoh 1. Hitung 52+103.
KPK dari 5 dan 10 adalah 10. Ubah 52=104, lalu 104+103=107.
Contoh 2. Kembali ke soal pizza: Andi makan 41 bagian dan Budi makan 82 bagian. Berapa bagian yang sudah habis?
Sederhanakan dulu: 82=41. Jadi 41+41=42=21. Setengah pizza sudah habis.
Contoh 3. Hitung −65+43.
KPK dari 6 dan 4 adalah 12, jadi −1210+129=−121.
Contoh 4. Suhu ruang pendingin mula-mula −2,5∘C. Suhunya turun 1,5∘C, lalu naik 0,75∘C. Berapa suhu akhirnya?
−2,5−1,5+0,75=−4+0,75=−3,25
Suhu akhirnya −3,25∘C. Coba hitung dengan pengelompokan lain, −2,5+(−1,5+0,75)=−2,5+(−0,75)=−3,25. Hasilnya sama, sesuai dengan sifat asosiatif.
Ayo berlatih
Hitung 83+41.
Hitung 2,35−1,8.
Hitung −31+52.
Hitung 0,9−(−0,4).
Hitung 32+51.
Seorang pendaki berada 1,25 km di bawah titik acuan (ditulis −1,25 km). Ia naik 0,75 km, lalu turun 0,4 km. Di mana posisinya sekarang?
Lihat jawaban
41=82, jadi 83+82=85.
2,35−1,80=0,55.
KPK dari 3 dan 5 adalah 15, jadi −155+156=151.
0,9+0,4=1,3.
KPK dari 3 dan 5 adalah 15, jadi 1510+153=1513.
−1,25+0,75−0,4=−0,5−0,4=−0,9. Pendaki berada 0,9 km di bawah titik acuan.
Cek pemahamanmu
Hitung −1,6+0,9.
Hitung 43−(−21).
Suhu sebuah ruangan −3,2∘C. Suhunya naik 1,5∘C, lalu turun 0,8∘C. Berapa suhu akhirnya?
Sifat apa yang ditunjukkan oleh (41+41)+21=41+(41+21)?