Lewati ke konten
Kelas IX · Bab 2 Kekongruenan

B. Konsep Kekongruenan

Memahami konsep kekongruenan melalui konsep, contoh, dan latihan mandiri.

Tujuan Pembelajaran

Konsep Kekongruenan
Gambar 1: Definisi kekongruenan bangun datar identik (sama bentuk dan ukuran).
  1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dua bangun kongruen.
  2. Siswa dapat menuliskan notasi kekongruenan dengan benar.
  3. Siswa dapat menentukan pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian dari notasi kekongruenan.

Materi

Pengertian Kekongruenan

Dua bangun datar dikatakan kongruen jika:

  1. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang (bukan hanya sebanding).
  2. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

Bangun yang kongruen memiliki bentuk DAN ukuran yang persis sama, sehingga salah satu bangun bisa “menutupi” bangun yang lain secara pas jika digeser (translasi), diputar (rotasi), dan/atau dicerminkan (refleksi) — tanpa perlu diperbesar/diperkecil.

Notasi Kekongruenan

Kekongruenan dua segitiga dituliskan dengan simbol ≅\cong. Contoh: △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF artinya:

  • Titik AA bersesuaian dengan DD, titik BB bersesuaian dengan EE, titik CC bersesuaian dengan FF.
  • Sisi bersesuaian: AB=DEAB=DE, BC=EFBC=EF, AC=DFAC=DF.
  • Sudut bersesuaian: ∠A=∠D\angle A=\angle D, ∠B=∠E\angle B=\angle E, ∠C=∠F\angle C=\angle F.

Urutan huruf pada notasi SANGAT PENTING — harus sesuai urutan titik yang benar-benar bersesuaian, bukan asal urutan.

Contoh

Contoh 1: Diketahui △PQR≅△XYZ\triangle PQR \cong \triangle XYZ. Sebutkan pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian.

Penyelesaian: PQ=XYPQ=XY, QR=YZQR=YZ, PR=XZPR=XZ; ∠P=∠X\angle P=\angle X, ∠Q=∠Y\angle Q=\angle Y, ∠R=∠Z\angle R=\angle Z.

Contoh 2: Diketahui △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF, dengan AB=8AB=8 cm, BC=6BC=6 cm, AC=10AC=10 cm, dan ∠A=53°\angle A=53°. Tentukan panjang DEDE, EFEF, DFDF, dan besar ∠D\angle D.

Penyelesaian: Karena A↔DA\leftrightarrow D, B↔EB\leftrightarrow E, C↔FC\leftrightarrow F, maka DE=AB=8DE=AB=8 cm, EF=BC=6EF=BC=6 cm, DF=AC=10DF=AC=10 cm, dan ∠D=∠A=53°\angle D=\angle A=53°.

Contoh 3: Dua segitiga memiliki sisi bersesuaian sama panjang: AB=DE=5AB=DE=5 cm, BC=EF=7BC=EF=7 cm, AC=DF=9AC=DF=9 cm, dan sudut-sudut bersesuaian sama besar. Apakah kedua segitiga tersebut kongruen? Tuliskan notasinya.

Penyelesaian: Ya, kongruen karena memenuhi kedua syarat (sisi sama panjang dan sudut sama besar). Notasi: △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF.

Latihan

  1. Diketahui △KLM≅△NOP\triangle KLM \cong \triangle NOP. Sebutkan pasangan sisi yang bersesuaian.

  2. Diketahui △ABC≅△PQR\triangle ABC \cong \triangle PQR, dengan ∠B=70°\angle B=70°. Tentukan besar ∠Q\angle Q.

  3. Jika △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF dan AB=12AB=12 cm, maka panjang sisi yang bersesuaian pada △DEF\triangle DEF adalah ….

    A. DEDE B. EFEF C. DFDF D. Tidak dapat ditentukan

  4. Diketahui △XYZ≅△RST\triangle XYZ \cong \triangle RST, dengan XY=9XY=9 cm, YZ=11YZ=11 cm, XZ=13XZ=13 cm. Tentukan panjang RSRS, STST, RTRT.

  5. Jelaskan mengapa urutan huruf pada notasi kekongruenan (misal △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF) tidak boleh ditulis sembarangan.

  6. Dua bangun memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya berbeda dua kali lipat. Apakah keduanya kongruen? Jelaskan.

Jawab:

  1. KL=NOKL=NO, LM=OPLM=OP, KM=NPKM=NP.
  2. ∠Q=∠B=70°\angle Q=\angle B=70° (karena B↔QB\leftrightarrow Q).
  3. A. Karena A↔DA\leftrightarrow D dan B↔EB\leftrightarrow E, sisi ABAB bersesuaian dengan DEDE.
  4. RS=XY=9RS=XY=9 cm, ST=YZ=11ST=YZ=11 cm, RT=XZ=13RT=XZ=13 cm.
  5. Karena urutan huruf menunjukkan titik-titik mana yang benar-benar bersesuaian (sama posisinya); jika urutannya salah, pasangan sisi/sudut yang dibaca dari notasi tersebut juga akan salah.
  6. Tidak kongruen, karena syarat kongruen mengharuskan sisi bersesuaian SAMA PANJANG, bukan hanya sebanding; bangun dengan ukuran dua kali lipat hanya sebangun, bukan kongruen.

Kuis Formatif

  1. Sebutkan dua syarat dua bangun dikatakan kongruen.
  2. Diketahui △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF, dengan BC=15BC=15 cm. Tentukan panjang sisi yang bersesuaian pada △DEF\triangle DEF.
  3. Diketahui △GHI≅△JKL\triangle GHI \cong \triangle JKL, dengan ∠H=65°\angle H=65°. Tentukan besar ∠K\angle K.
  4. Apa arti simbol ≅\cong?
  5. Sebutkan perbedaan utama antara kesebangunan dan kekongruenan.

Jawaban kunci:

  1. Sisi bersesuaian sama panjang dan sudut bersesuaian sama besar.
  2. EF=BC=15EF=BC=15 cm (karena B↔EB\leftrightarrow E, C↔FC\leftrightarrow F).
  3. ∠K=∠H=65°\angle K=\angle H=65°.
  4. Kongruen (bentuk dan ukuran sama persis).
  5. Kesebangunan hanya mensyaratkan sisi bersesuaian sebanding (rasio sama, ukuran boleh berbeda), sedangkan kekongruenan mensyaratkan sisi bersesuaian sama panjang persis (ukuran harus sama).

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.