Lewati ke konten
Kelas IX · Bab 2 Kekongruenan

D. Syarat SSD

Memahami syarat ssd melalui konsep, contoh, dan latihan mandiri.

Tujuan Pembelajaran

Syarat SSD Kekongruenan
Gambar 1: Syarat kongruen dua sudut bersesuaian dan sisi di antaranya sama (SSD).
  1. Siswa dapat menjelaskan syarat kekongruenan Sisi-Sudut-Sisi (S-Sd-S).
  2. Siswa dapat mengidentifikasi sudut yang diapit oleh dua sisi yang diketahui.
  3. Siswa dapat memeriksa kekongruenan dua segitiga menggunakan syarat SSD.

Materi

Syarat Kekongruenan Sisi-Sudut-Sisi (SSD)

Dua segitiga dikatakan kongruen jika dua pasang sisi yang bersesuaian sama panjang, DAN sudut yang diapit (berada di antara) kedua sisi tersebut sama besar.

Jika AB=DE, ∠B=∠E, BC=EF⇒△ABC≅△DEF\text{Jika } AB=DE, \ \angle B=\angle E, \ BC=EF \Rightarrow \triangle ABC \cong \triangle DEF

Sudut yang Diapit (“Diapit” = Sudut di Antara Dua Sisi)

Syarat SSD HANYA berlaku jika sudut yang diperiksa adalah sudut yang benar-benar berada di antara kedua sisi yang diketahui (disebut sudut apit). Jika sudut yang diketahui bukan sudut apit (melainkan sudut lain di segitiga), syarat ini tidak otomatis berlaku dan tidak menjamin kekongruenan.

Langkah memeriksa kekongruenan SSD

  1. Identifikasi dua pasang sisi bersesuaian yang sama panjang.
  2. Periksa apakah sudut yang diketahui benar-benar diapit oleh kedua sisi tersebut.
  3. Jika kedua sisi sama panjang DAN sudut apitnya sama besar, simpulkan kedua segitiga kongruen.

Contoh

Contoh 1: Diketahui △ABC\triangle ABC dengan AB=6AB=6 cm, ∠B=50°\angle B=50°, BC=8BC=8 cm, dan △DEF\triangle DEF dengan DE=6DE=6 cm, ∠E=50°\angle E=50°, EF=8EF=8 cm. Apakah kedua segitiga kongruen?

Penyelesaian: AB=DE=6AB=DE=6; ∠B=∠E=50°\angle B=\angle E=50° (sudut ini diapit oleh sisi ABAB dan BCBC, serta DEDE dan EFEF); BC=EF=8BC=EF=8. Syarat SSD terpenuhi, sehingga △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF.

Contoh 2 (sudut bukan sudut apit): Diketahui △PQR\triangle PQR dengan PQ=7PQ=7 cm, QR=9QR=9 cm, dan ∠P=40°\angle P=40° (bukan sudut yang diapit oleh PQPQ dan QRQR, melainkan sudut di titik PP). Apakah informasi ini cukup untuk memastikan kekongruenan dengan segitiga lain yang memiliki data serupa?

Penyelesaian: Tidak cukup, karena ∠P\angle P bukan sudut yang diapit oleh sisi PQPQ dan QRQR (sudut yang diapit kedua sisi itu seharusnya ∠Q\angle Q). Kombinasi sisi-sisi-sudut yang BUKAN sudut apit (disebut kasus SSA) tidak menjamin kekongruenan secara umum.

Contoh 3 (menentukan sisi belum diketahui): Diketahui △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF (syarat SSD terpenuhi) dengan AB=DE=10AB=DE=10 cm, ∠B=∠E=60°\angle B=\angle E=60°, BC=EF=xBC=EF=x, dan diketahui EF=12EF=12 cm. Tentukan nilai xx.

Penyelesaian: Karena BCBC bersesuaian dengan EFEF, maka x=BC=EF=12x=BC=EF=12 cm.

Latihan

  1. Diketahui △KLM\triangle KLM dengan KL=5KL=5 cm, ∠L=70°\angle L=70°, LM=9LM=9 cm, dan △NOP\triangle NOP dengan NO=5NO=5 cm, ∠O=70°\angle O=70°, OP=9OP=9 cm. Apakah kedua segitiga kongruen?

  2. Diketahui △ABC\triangle ABC dengan AB=8AB=8 cm, ∠A=45°\angle A=45°, AC=6AC=6 cm. Sudut ∠A\angle A diapit oleh sisi apa saja?

  3. Syarat SSD (Sisi-Sudut-Sisi) mensyaratkan sudut yang diketahui harus ….

    A. Sudut terkecil B. Sudut terbesar C. Sudut yang diapit kedua sisi tersebut D. Sembarang sudut pada segitiga

  4. Diketahui △ABC≅△DEF\triangle ABC \cong \triangle DEF (SSD) dengan AB=DE=7AB=DE=7 cm, ∠B=∠E=55°\angle B=\angle E=55°, BC=EFBC=EF. Jika BC=11BC=11 cm, tentukan panjang EFEF.

  5. Diketahui △PQR\triangle PQR dengan PQ=6PQ=6 cm, QR=6QR=6 cm, ∠Q=90°\angle Q=90°, dan △STU\triangle STU dengan ST=6ST=6 cm, TU=6TU=6 cm, ∠T=90°\angle T=90°. Apakah kedua segitiga kongruen? Jelaskan.

  6. Jelaskan mengapa syarat “sisi-sisi-sudut” (SSA, dengan sudut BUKAN sudut apit) tidak selalu menjamin kekongruenan, berbeda dengan SSD.

Jawab:

  1. Ya kongruen. KL=NO=5KL=NO=5, ∠L=∠O=70°\angle L=\angle O=70° (sudut apit), LM=OP=9LM=OP=9 — syarat SSD terpenuhi.
  2. Sisi ABAB dan ACAC (kedua sisi yang bertemu di titik AA).
  3. C.
  4. EF=BC=11EF=BC=11 cm.
  5. Ya kongruen. PQ=ST=6PQ=ST=6, ∠Q=∠T=90°\angle Q=\angle T=90° (sudut apit antara PQPQ dan QRQR, serta STST dan TUTU), QR=TU=6QR=TU=6 — syarat SSD terpenuhi.
  6. Karena jika sudut yang diketahui bukan sudut apit, bisa terbentuk DUA segitiga berbeda (tidak kongruen) yang sama-sama memenuhi data sisi-sisi-sudut tersebut (kasus ambigu), sehingga tidak bisa dipastikan hanya satu bentuk segitiga yang mungkin — berbeda dengan SSD (sudut apit) yang selalu menghasilkan satu bentuk segitiga yang pasti.

Kuis Formatif

  1. Sebutkan syarat kekongruenan SSD (Sisi-Sudut-Sisi).
  2. Diketahui △ABC\triangle ABC dengan AB=9AB=9 cm, ∠B=80°\angle B=80°, BC=12BC=12 cm, dan △DEF\triangle DEF dengan DE=9DE=9 cm, ∠E=80°\angle E=80°, EF=12EF=12 cm. Apakah kongruen?
  3. Mengapa sudut pada syarat SSD harus berada di antara (diapit oleh) kedua sisi yang diketahui?
  4. Diketahui △GHI≅△JKL\triangle GHI \cong \triangle JKL (SSD) dengan GH=JK=8GH=JK=8 cm, ∠H=∠K=65°\angle H=\angle K=65°, HI=14HI=14 cm. Tentukan panjang KLKL.
  5. Diketahui △ABC\triangle ABC dengan AB=5AB=5 cm, BC=7BC=7 cm, dan ∠A=30°\angle A=30° (bukan sudut apit). Apakah data ini cukup untuk memastikan bentuk segitiga secara pasti? Jelaskan.

Jawaban kunci:

  1. Dua pasang sisi bersesuaian sama panjang, dan sudut yang diapit kedua sisi tersebut sama besar.
  2. Ya, kongruen (memenuhi syarat SSD).
  3. Karena hanya sudut apit yang menentukan bentuk segitiga secara unik/pasti ketika dikombinasikan dengan dua sisi; sudut lain (bukan apit) bisa menghasilkan lebih dari satu kemungkinan bentuk segitiga.
  4. KL=HI=14KL=HI=14 cm.
  5. Tidak cukup, karena ∠A\angle A bukan sudut yang diapit oleh sisi ABAB dan BCBC, sehingga tidak memenuhi syarat SSD dan bentuk segitiga belum tentu unik/pasti.

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.