Lewati ke konten
Kelas IX · Bab 1 Transformasi

G. Transformasi Bangun Datar

Memahami transformasi bangun datar melalui konsep, contoh, dan latihan mandiri.

Tujuan Pembelajaran

Transformasi Bangun Datar
Gambar 1: Perubahan rasio luas bidang 2D akibat ekspansi faktor k².
  1. Siswa dapat menentukan bayangan bangun datar hasil transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dilatasi).
  2. Siswa dapat menentukan luas bangun bayangan hasil dilatasi.
  3. Siswa dapat menjelaskan sifat bangun bayangan (kongruen atau sebangun) berdasarkan jenis transformasinya.

Materi

Menentukan Bayangan Bangun Datar

Untuk menentukan bayangan sebuah bangun datar (segitiga, segiempat, dsb), transformasikan setiap titik sudutnya satu per satu menggunakan aturan transformasi yang sesuai, lalu hubungkan titik-titik bayangan tersebut untuk membentuk bangun bayangan.

Sifat Bangun Bayangan

  • Translasi, refleksi, rotasi: bangun bayangan selalu kongruen (sama bentuk dan ukuran) dengan bangun asli.
  • Dilatasi: bangun bayangan selalu sebangun dengan bangun asli (bentuk sama, ukuran berubah sesuai faktor skala kk), KECUALI jika k=1k=1 atau k=−1k=-1 (barulah kongruen).

Pengaruh Dilatasi terhadap Luas

Jika bangun didilatasi dengan faktor skala kk, maka luas bayangannya menjadi k2k^2 kali luas bangun asli (materi ini berkaitan dengan bab Perubahan Proporsional):

Lbayangan=k2×LasliL_{\text{bayangan}} = k^2 \times L_{\text{asli}}

Contoh

Contoh 1 (translasi bangun datar): Segitiga ABCABC dengan A(1,1)A(1,1), B(5,1)B(5,1), C(3,4)C(3,4) ditranslasikan oleh (23)\begin{pmatrix} 2 \\ 3 \end{pmatrix}. Tentukan koordinat bayangannya.

Penyelesaian: A′(3,4)A'(3,4), B′(7,4)B'(7,4), C′(5,7)C'(5,7).

Contoh 2 (refleksi bangun datar): Persegi PQRSPQRS dengan P(1,1)P(1,1), Q(4,1)Q(4,1), R(4,4)R(4,4), S(1,4)S(1,4) direfleksikan terhadap sumbu-x. Tentukan koordinat bayangannya, lalu simpulkan hubungan bangun asli dan bayangannya.

Penyelesaian: P′(1,−1)P'(1,-1), Q′(4,−1)Q'(4,-1), R′(4,−4)R'(4,-4), S′(1,−4)S'(1,-4). Karena refleksi, bangun bayangan kongruen dengan bangun asli (bentuk dan ukuran tetap sama, hanya posisi berubah).

Contoh 3 (dilatasi dan luas): Segitiga dengan luas 2020 cm² didilatasi dengan faktor skala k=3k=3. Tentukan luas bayangannya.

Penyelesaian: Lbayangan=32×20=9×20=180L_{\text{bayangan}}=3^2\times20=9\times20=180 cm².

Latihan

  1. Segitiga KLMKLM dengan K(2,2)K(2,2), L(6,2)L(6,2), M(4,5)M(4,5) ditranslasikan oleh (−12)\begin{pmatrix} -1 \\ 2 \end{pmatrix}. Tentukan koordinat bayangannya.

  2. Persegi panjang ABCDABCD dengan A(1,1)A(1,1), B(5,1)B(5,1), C(5,3)C(5,3), D(1,3)D(1,3) direfleksikan terhadap sumbu-y. Tentukan koordinat bayangannya.

  3. Sebuah bangun didilatasi dengan faktor skala k=4k=4. Bangun bayangannya dan bangun asli memiliki hubungan ….

    A. Kongruen B. Sebangun C. Tidak berhubungan D. Sama persis tanpa perubahan

  4. Sebuah persegi dengan luas 1616 cm² didilatasi dengan faktor skala k=12k=\frac{1}{2}. Tentukan luas bayangannya.

  5. Segitiga PQRPQR dengan P(1,0)P(1,0), Q(3,0)Q(3,0), R(2,3)R(2,3) dirotasi 180°180° terhadap OO. Tentukan koordinat bayangannya.

  6. Sebuah taman berbentuk segitiga dengan luas 5050 m² akan diperbesar menjadi denah baru dengan faktor skala k=2k=2. Tentukan luas denah baru tersebut.

Jawab:

  1. K′(1,4)K'(1,4), L′(5,4)L'(5,4), M′(3,7)M'(3,7).
  2. A′(−1,1)A'(-1,1), B′(−5,1)B'(-5,1), C′(−5,3)C'(-5,3), D′(−1,3)D'(-1,3).
  3. B.
  4. L=(12)2×16=14×16=4L=\left(\frac{1}{2}\right)^2\times16=\frac{1}{4}\times16=4 cm².
  5. P′(−1,0)P'(-1,0), Q′(−3,0)Q'(-3,0), R′(−2,−3)R'(-2,-3).
  6. L=22×50=4×50=200L=2^2\times50=4\times50=200 m².

Kuis Formatif

  1. Bagaimana cara menentukan bayangan bangun datar akibat suatu transformasi?
  2. Jenis transformasi manakah yang menghasilkan bangun bayangan kongruen dengan bangun aslinya?
  3. Segitiga ABCABC dengan luas 1212 cm² didilatasi dengan faktor skala k=5k=5. Tentukan luas bayangannya.
  4. Persegi KLMNKLMN dengan K(1,1)K(1,1), L(3,1)L(3,1), M(3,3)M(3,3), N(1,3)N(1,3) ditranslasikan oleh (4−2)\begin{pmatrix} 4 \\ -2 \end{pmatrix}. Tentukan koordinat bayangannya.
  5. Jelaskan mengapa dilatasi (kecuali k=±1k=\pm1) menghasilkan bangun sebangun, bukan kongruen.

Jawaban kunci:

  1. Transformasikan setiap titik sudut bangun tersebut satu per satu sesuai aturan transformasi, lalu hubungkan titik-titik bayangannya.
  2. Translasi, refleksi, dan rotasi.
  3. L=52×12=25×12=300L=5^2\times12=25\times12=300 cm².
  4. K′(5,−1)K'(5,-1), L′(7,−1)L'(7,-1), M′(7,1)M'(7,1), N′(5,1)N'(5,1).
  5. Karena dilatasi mengubah ukuran bangun (mengalikan setiap koordinat dengan kk), sehingga panjang sisi-sisinya berubah menjadi ∣k∣|k| kali semula (kecuali k=±1k=\pm1), meskipun bentuknya (sudut-sudutnya) tetap sama — inilah ciri kesebangunan, bukan kekongruenan yang mensyaratkan ukuran sama persis.

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.