Lewati ke konten
Kelas IX · Bab 5 Bangun Ruang Sisi Datar

A. Jaring Jaring Bangun Ruang Sisi Datar

Memahami jaring jaring bangun ruang sisi datar melalui konsep, contoh, dan latihan mandiri.

Tujuan Pembelajaran

Jaring-Jaring Sisi Datar
Gambar 1: Konsep jaring-jaring pembukaan bangun ruang 3D menjadi pola 2D.
  1. Siswa dapat menjelaskan pengertian jaring-jaring bangun ruang.
  2. Siswa dapat menggambarkan jaring-jaring kubus, balok, prisma, dan limas.
  3. Siswa dapat mengenali jaring-jaring yang benar dan yang salah untuk suatu bangun ruang.

Materi

Pengertian Jaring-Jaring

Jaring-jaring bangun ruang adalah rangkaian bangun datar yang jika dilipat menurut rusuk-rusuknya akan membentuk bangun ruang tersebut secara utuh (tertutup sempurna, tanpa tumpang tindih atau celah).

Jaring-Jaring Kubus

Kubus memiliki 66 sisi berbentuk persegi yang kongruen. Ada beberapa variasi susunan jaring-jaring kubus yang valid (misalnya susunan salib/plus, susunan berjajar 4+1+1, dsb) — total ada 1111 jaring-jaring kubus yang berbeda.

Jaring-Jaring Kubus
Gambar 2: Jaring-jaring kubus ABCD.EFGH lengkap dengan nama sisi dan titik sudut A–H.

Jaring-Jaring Balok

Balok memiliki 66 sisi berbentuk persegi panjang, terdiri dari 33 pasang sisi yang kongruen (sisi berhadapan sama ukuran).

Jaring-Jaring Balok
Gambar 3: Jaring-jaring balok ABCD.EFGH dengan pasangan sisi kongruen dan titik sudut A–H.

Jaring-Jaring Prisma

Prisma memiliki 22 sisi alas-tutup yang kongruen (berbentuk segi-nn, misal segitiga atau segiempat) dan sisi-sisi tegak berbentuk persegi panjang sebanyak nn buah (sesuai jumlah sisi alasnya).

Jaring-Jaring Prisma Segitiga
Gambar 4: Jaring-jaring prisma segitiga ABC.DEF lengkap dengan alas, tutup, dan titik sudut A–F.

Jaring-Jaring Limas

Limas memiliki 11 sisi alas (berbentuk segi-nn) dan nn sisi tegak berbentuk segitiga yang bertemu di satu titik puncak.

Jaring-Jaring Limas Segiempat
Gambar 5: Jaring-jaring limas segiempat T.ABCD berbentuk pola bintang dengan titik puncak T dan alas ABCD.

Contoh

Contoh 1: Sebutkan bangun datar penyusun jaring-jaring kubus.

Penyelesaian: 66 buah persegi yang kongruen (sama ukuran).

Contoh 2: Sebuah jaring-jaring balok memiliki panjang 88 cm, lebar 55 cm, tinggi 44 cm. Sebutkan pasangan-pasangan sisi yang kongruen beserta ukurannya.

Penyelesaian: Sepasang sisi 8×58\times5 cm (alas dan tutup), sepasang sisi 8×48\times4 cm (depan dan belakang), sepasang sisi 5×45\times4 cm (kiri dan kanan).

Contoh 3: Sebuah prisma segitiga memiliki alas segitiga siku-siku dengan sisi 3,4,53,4,5 cm dan tinggi prisma 1010 cm. Sebutkan bangun datar penyusun jaring-jaringnya.

Penyelesaian: 22 segitiga siku-siku (3,4,53,4,5 cm) sebagai alas dan tutup, serta 33 persegi panjang sebagai sisi tegak, masing-masing berukuran 3×103\times10, 4×104\times10, dan 5×105\times10 cm.

Latihan

  1. Sebutkan bangun datar penyusun jaring-jaring limas segiempat.

  2. Sebuah balok memiliki ukuran 6×4×36\times4\times3 cm. Sebutkan pasangan sisi kongruen beserta ukurannya.

  3. Jaring-jaring kubus tersusun dari ….

    A. 4 persegi B. 6 persegi C. 6 persegi panjang D. 8 segitiga

  4. Sebuah prisma segienam beraturan memiliki berapa sisi tegak pada jaring-jaringnya?

  5. Sebuah limas segitiga (bidang empat) memiliki berapa total sisi (termasuk alas) pada jaring-jaringnya?

  6. Jelaskan perbedaan jaring-jaring prisma segitiga dan limas segitiga.

Jawab:

  1. 11 persegi (alas) dan 44 segitiga (sisi tegak).
  2. Sepasang 6×46\times4 cm, sepasang 6×36\times3 cm, sepasang 4×34\times3 cm.
  3. B.
  4. 66 sisi tegak (sesuai jumlah sisi segienam).
  5. 44 sisi (1 alas segitiga ++ 3 sisi tegak segitiga).
  6. Prisma segitiga memiliki 22 alas segitiga (sejajar dan kongruen) dan 33 sisi tegak persegi panjang, sedangkan limas segitiga hanya memiliki 11 alas segitiga dan 33 sisi tegak berbentuk segitiga yang bertemu di satu titik puncak.

Kuis Formatif

  1. Apa yang dimaksud dengan jaring-jaring bangun ruang?
  2. Sebutkan bangun datar penyusun jaring-jaring balok.
  3. Sebuah limas segilima memiliki berapa sisi tegak?
  4. Sebuah prisma segiempat (balok) memiliki berapa sisi tegak?
  5. Mengapa alas dan tutup pada prisma harus kongruen, tetapi pada limas hanya ada satu alas?

Jawaban kunci:

  1. Rangkaian bangun datar yang jika dilipat menurut rusuknya akan membentuk bangun ruang tersebut secara utuh.
  2. 66 persegi panjang (3 pasang sisi kongruen).
  3. 55 sisi tegak.
  4. 44 sisi tegak.
  5. Karena prisma didefinisikan memiliki dua alas sejajar yang identik dihubungkan oleh sisi tegak, sedangkan limas didefinisikan memiliki satu alas dengan sisi-sisi tegak yang mengerucut ke satu titik puncak (bukan menuju alas kedua).

Bagikan:

Materi ini dikembangkan dari Atiga, platform belajar matematika SMP.